logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 09 Juni 2004 SEMARANG
Line

FISIP Undip Kembali Tenang

  • BEM Tak Perlu Dibekukan

SEMARANG-Meski pemilihan Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro (FISIP Undip) belum tertuntaskan, kegiatan kemahasiswaan tetap berlangsung seperti biasa.

Pembantu Dekan III FISIP Undip Drs Teguh Yuwono MPol Admin mengatakan, kuliah dan kegiatan mahasiswa yang lain sudah berjalan normal. ''Pemilihan presiden BEM Kamis (3/6) dini hari lalu sebenarnya untuk periode mendatang. Adapun masa kerja BEM yang sekarang hingga Juli,'' katanya.

Teguh mengatakan, selain BEM, kegiatan kemahasiswaan masih dilakukan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) dan kelompok mahasiswa program studi. Adapun mengenai usulan pembekuan BEM fakultas itu, Teguh menganggapnya terlalu berlebihan kalau kegagalan pemilihan tersebut diikuti pembekuan lembaga itu. ''Sah-sah saja ada perbedaan pendapat antarmahasiswa di kampus. Namun, sebagai mahasiswa mereka harus mengedepankan intelektualitas, demokrasi, dan tukar pikiran,'' katanya.

Justru, menurut Teguh, perbedaan pendapat akan memberikan dinamika berpikir bagi mahasiswa FISIP. ''Yang disayangkan dari peristiwa ini adalah ajang pemilihan presiden BEM yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk menumbuhkan sportivitas dan dinamika kampus, justru dikotori tindak kekerasan,'' katanya.

Sebagaimana diberitakan harian ini, identitas pemicu kerusuhan dalam pemilihan itu telah diketahui. Namun hingga sekarang pihak kampus, baik rektorat maupun dekanat, belum bisa memberikan keterangan tentang mahasiswa yang terlibat dan yang akan dikenai sanksi akademik.

''Saya hanya mengurusi internal kampus. Di luar itu bukan kewenangan kami,'' kata Teguh.

Sementara itu, Widi, mahasiswa fakultas itu mengatakan, pemilihan tidak berpengaruh banyak terhadap aktivitas sehari-hari mahasiswa.

''Pemilihan presiden BEM hanya merupakan ajang aktualisasi diri bagi ormas ekstrakampus yang ada di FISIP. Lihat saja, tidak lebih dari 20% mahasiswa FISIP yang peduli terhadap pemilihan lalu,'' katanya.

Dia mengakui, kegiatan mahasiswa memang tak lagi berjalan seperti biasa. Namun hal tersebut disebabkan apatisme mahasiswa, bukan karena kegagalan pemilihan presiden BEM. ''Saya kira ada BEM atau tidak sama saja. Kegiatan mahasiswa selama ini lebih banyak melalui HMJ atau kelompok lain, sedangkan BEM berjalan sendiri,'' katanya.

Bahkan kebanyakan mahasiswa FISIP Undip ketika ditanya mengenai hal ini menjawab tidak tahu. ''Kami sedang sibuk kuliah, tiga minggu lagi semesteran,'' kata mahasiswa lain.(wid-89)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA