| Rabu, 09 Juni 2004 | SEMARANG |
Saksi Kasus Pembunuhan Gantung DiriSEMARANG- Satik Waluyo (39), warga RT 2/ RW 1 Dukuh Klipang, Kelurahan Sendangmulyo, Tembalang tewas gantung diri di dahan pohon mangga di tengah kebun sekitar 100 meter dari rumahnya, Senin (7/6). Satik, kernet bus Rata Kencana jurusan Terboyo-Penggaron adalah salah seorang saksi kasus pembunuhan Kusmiyati (50), janda penjual nasi di kompleks Terminal Penggaron, Rabu (2/5) lalu. Dua kejadian itu diduga saling terkait. Pagi hari sebelum ditemukan tewas, Satik dipanggil dan dimintai keterangan penyidik Polres Semarang Timur dan Polsek Pedurungan terkait kasus pembunuhan Kusmiyati. Diduga karena merasa malu lantaran dipanggil polisi itulah Satik merasa tertekan hingga memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. Hal itu semakin dikuatkan oleh pesan almarhum yang dituliskan pada secarik kertas. Tulisan itu berbunyi ''Aku ora salah. Aku ora ngerti apa-apa'' (Aku tidak bersalah. Aku tidak mengerti apa-apa-Red). Kertas yang ditemukan di saku celana Satik itu kini disita sebagai barang bukti. Mayat Satik ditemukan kali pertama oleh seorang warga yang sedang melintas di kebun menjelang magrib. Lehernya terjerat sehelai sarung yang digantungkan pada dahan pohon mangga besar. Jarak dahan ke permukaan tanah sekitar tiga meter. Bapak satu anak itu diperkirakan gantung diri sekitar pukul 14.00. Saat itu, seorang petani wanita yang hendak memanen ubi di kebun itu melihat Satik memanjat pohon. Akan tetapi, saksi tersebut tidak curiga karena mengira dia hendak memasang jerat burung. Bantah Menekan Penemuan mayat Satik tidak segera dilaporkan ke polisi karena saksi yang melihat kali pertama merasa ketakutan. Kabar itu baru sampai ke kantor Polres Semarang Selatan selepas magrib. Dibantu warga, polisi menurunkan jenasah dan membawanya ke kamar mayat RSUP Dr Kariadi untuk divisum. Kejadian itu membuat gempar warga sekitar. Puluhan warga berbondong-bondong ke lokasi kejadian menyaksikan proses evakuasi. Sementara itu, istri Satik terguncang mengetahui suaminya meninggal dengan cara tragis. Sambil menggendong anaknya yang masih bayi, dia mengurung diri dan tidak mau ditanya perihal kematian suaminya. Kapolsek Pedurungan Iptu Dadi Suhardo mengaku Selasa pagi anggotanya memeriksa Satik. Dia adalah salah satu dari sekitar 30 saksi yang dimintai keterangan terkait kasus pembunuhan Kusmiyati. Kapolsek membantah kabar yang menyebutkan bahwa Satik mengalami penekanan selama diperiksa. ''Anggota saya tidak melakukan penekanan apa pun, apalagi sampai memukul. Tidak ada itu,'' ujar Dadi. Dia menjelaskan, Satik dimintai keterangan karena dia diduga mengetahui peristiwa pembunuhan Kusmiyati. Malam sebelum terjadi pembunuhan, dia memang diketahui minum-minum bersama beberapa rekannya di warung korban. Namun, saat diperiksa, Satik mengaku tidak tahu-menahu soal pembunuhan tersebut. (G3-45) Kronologi Kejadian : - Sebelumnya diperiksa polisi terkait kasus pembunuhan Kusmiyati. - Menjelang magrib ditemukan gantung diri di pohon - Kapolsek Pedurungan membantah menekan korban |