| Rabu, 09 Juni 2004 | SEMARANG |
Fondasi Landasan A Yani Pakai GeotextileSEMARANG- Pembuatan fondasi untuk perpanjangan landasan pacu Bandara A Yani Semarang yang dilaksanakan melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) sudah mencapai 70% penggarapannya. Jika cuaca terus mendukung, diharapkan sebelum penutupan program TMMD 4 Juli mendatang, proyek pembuatan fondasi landasan baru itu bisa selesai. Menurut penuturan Kapten Inf Suradi yang ditemui Suara Merdeka di lokasi, Selasa (8/6), bila kondisi cuaca terus mendukung seperti saat ini maka pengurukan dapat dilakukan secepatnya. Namun, jika hujan turun kegiatan pengurukan akan terhambat. ''Kalau hujan turun, seperti yang terjadi beberapa waktu lalu, tanah di lokasi landasan yang diuruk becek dan menjadi labil sehingga tidak bisa dilewati kendaraan berat pengangkut tanah. Bila sudah begini, bisa saja dalam sehari tidak ada truk yang dapat melewatinya,'' papar dia. Luas area pengurukan bandara yang dilakukan lewat program TMMD tersebut sekitar 29.283 meter persegi. Adapun volume ketebalan tanah yang diuruk untuk perpanjangan landasan sepanjang 400 meter sekitar 96.991 meter kubik. Menghindari Lumpur Suradi mengungkapkan, karena wilayah yang diuruk merupakan area bekas tambak dan rawa, banyak lumpur yang berada tempat itu. Agar pengurukan dan pemadatan fondasi landasan dapat dilakukan dengan sempurna, lumpur di lokasi tersebut harus dapat disingkirkan. Teknik untuk melakukan penyingkiran lumpur adalah dengan menggunakan lembaran bahan sejenis plastik yang dinamakan geotextile. Lembaran tersebut dibentangkan di atas bekas rawa atau tambak yang berlumpur kemudian ditimbun dengan tanah. ''Secara otomatis tekanan tanah pada lembaran geotextile akan menyingkirkan lumpur ke pinggir atau ke lokasi yang kosong. Begitu seterusnya hal yang sama dilakukan sedikit demi sedikit sehingga lumpur akan bergerak bergeser ke tepi." Pengurukan tanah yang bercampur dengan lumpur, ungkap Suradi, relatif lebih jelek dibandingkan dengan murni tanah keseluruhan. ''Apalagi lokasi yang diuruk tersebut merupakan bakal landasan pesawat terbang, sehingga harus benar-benar sempurna.'' (H2-84j) |