| Rabu, 09 Juni 2004 | SEMARANG |
Tak Punya Gapura PembatasBILA dicermati, setiap kali memasuki ibu kota Jawa Tengah, Semarang, ada sesuatu yang berbeda bila kita keluar atau masuk ke kabupaten/kota lain. Di berbagai kota di Jateng selalu ada tetenger yang menjadi pertanda dan merupakan batas daerah yang bersangkutan dengan daerah tetangga terdekat. Tetenger itu bisa berwujud gapura atau tugu. Namun tidak demikian dengan Kota Semarang. Kota ini belum memiliki ciri khas daerah seperti itu. Ibu kota Jateng ini masih mengandalkan tetenger batas kota yang dibuat oleh kabupaten tetangga yang berbatasan langsung dengan Kota Semarang. ''Sebagai warga Kota Semarang sebenarnya saya juga prihatin,'' kata anggota DPRD Kota Semarang, Ir Heru Widiyatmoko MM, kemarin. Coba cermati, kata anggota Dewan dari Partai Golkar ini, perbatasan Kota Semarang dengan Kabupaten Semarang tetenger berupa gapura besi yang membangun Kabupaten Ungaran. Kemudian di Kendal dan Demak gapura sebagai tanda perbatasan antardaerah yang membangun juga kedua kabupaten itu. ''Pemkot Semarang sama sekali belum melakukan pembangunan itu,'' kata dia. Menurut Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota ini, mulai sekarang hal-hal yang ringan tapi bermanfaat itu harus mulai dipikirkan. Keberadaan gapura atau tugu perbatasan tersebut bisa menunjukkan ciri khas Kota Semarang. ''Kalau identitas itu ada, warga bisa ikut merasa memiliki kota ini.'' (G17-73) |