| Senin, 07 Juni 2004 | SALA |
Konflik Kampanye Pilpres Diselesaikan oleh FRTKWONOGIRI--Konflik antarmassa pendukung capres/cawapres di Wonogiri, diharapkan dapat diselesaikan secara interen melalui musyawarah di Forum Rembuk Tim Kampanye (FRTK). ''Sehingga dampaknya tidak meluas,'' kata Kapolres AKBP Drs Subandi. Kata Kapolres, jika penyelesaian di tingkat FRTK gagal, tidak tertutup kemungkinan kasus tersebut ditangani secara yuridis melalui jalur hukum. ''Tapi sekali lagi, selama itu memungkinkan dan demi menjaga agar situasi Wonogiri tetap kondusif, forum agar berperan lebih aktif jika terjadi konflik,'' ujarnya. Hal itu dikemukakan seusai penandatanganan naskah kesepahaman atau semacam Memory of Understanding (MoU), untuk menjaga agar Wonogiri tetap dalam situasi kondusif selama berlangsung kampanye sampai pelaksanaan pemilu eksekutif 5 Juli mendatang. Ada 17 butir kesepakatan yang dituangkan dalam naskah kesepahaman. Yaitu, semua pihak dalam melakukan kegiatan agar tetap mematuhi kaidah hukum, saling menghormati, menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, waspada terhadap isu-isu negatif yang menyesatkan, bertindak simpatik dengan menghormati hak-hak orang lain, tak memasang atribut kampanye di tempat larangan, tidak membawa benda-benda yang dapat membahayakan, menghindari pengerahan massa yang dapat menimbulkan kerawanan, tidak melakukan money politics, membantu pihak berwenang menyelesaikan masalah, menyelesaikan konflik lewat forum dan sanggup menerima kemenangan maupun kekalahan. Kapolres mengimbau, agar para pimpinan tim kampanye menyosialisasikan isi dan makna kesehamanan itu secara luas. (P27-49) |