| Senin, 07 Juni 2004 | SALA |
HUT Boyolali Berlangsung MeriahBOYOLALI- Prosesi HUT Ke-157 Kabupaten Boyolali, Sabtu (5/6) berjalan semarak dan meriah di Stadion Sonolayu. Sebelum upacara, Bupati meresmikan stadion tersebut. Seusai upacara bendera, Bupati dan rombongan menuju ke Stadion Kridanggo di Jalan Pandanaran untuk membuka pameran. Bupati dan Muspida menyaksikan pameran produksi daerah dan hiburan yang akan berlangsung hingga akhir Juni. Dalam perjalan dari pendapa kabupaten menuju ke lokasi upacara, Bupati Dr H Djaka Srijanta dan Muspida menunggang kuda. Yang menarik, para pejabat itu tetap berpakaian resmi. Di belakang barisan kuda, para kepala dinas, badan, kantor, dan bagian yang menaiki dokar. Sepanjang perjalanan, rombongan Bupati, Muspida, dan kalangan pejabat mendapat sambutan dari warga kota. Rombongan bergerak dari Jalan Merbabu sekitar pukul 07.00 dan selanjutnya melewati jalan-jalan protokol, Jalan Pahlawan, lalu memasuki lokasi upacara. Bupati mengatakan, HUT ke-157 hendaknya menjadi awal tekad warga untuk bersama-sama melaksanakaan pembangunan dengan didasari rasa persatuan dan kesatuan. Kesetiakawanan yang tinggi juga perlu dalam upaya menanggulangi kemiskinan dan pengangguran. Berbagai permasalahan yang menonjol perlu mendapat perhatian semua anggota masyarakat, ujar Bupati. Yaitu kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh pendidikan umum yang masih terbatas dan belum sepenuhnya masyarakat mampu mendapatkan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan. Selain itu tingkat pengangguran masih tinggi, sedangkan pemberdayaan sosial serta ekonomi masyarakat belum optimal. Membuka Pameran Kepala Kantor Informasi Komunikasi dan Kehumasan (KIKK) Dra Kristiana Purwanti mengemukakan, peringatan HUT kali ini sengaja diselenggarakan dengan meriah. Pertimbangannya, sudah empat tahun Bupati Srijanta menjabat. ''Karena itu, wajar HUT berlangsung dalam suasana meriah,'' katanya. Selain itu, kemeriahan HUT juga berkaitan dengan kelestarian angkutan tradisional. Kuda dan dokar merupakan angkutan tradisional di Boyolali yang sampai kini masih tetap bertahan. Agar tidak punah dan tetap menjadi sarana transportasi, para sais dokar diajak memeriahkan HUT. Hal itu untuk memperlihatkan kepada publik bahwa angkutan tradisional masih eksis.(shj-49j) |