| Senin, 07 Juni 2004 | SALA |
Puluhan ''Ninja'' Serang Warga SonorejoSUKOHARJO- Kampung Sonorejo di Kelurahan Sonorejo, Sukoharjo, dini hari kemarin geger. Tanpa diketahui sebab-musababnya, kampung tersebut diserang oleh puluhan pemuda berpakaian ala ninja yang diduga dari desa tetangga. Akibatnya dua warga, Hari Giyanto dan Kurniawan mengalami luka-luka terkena sabetan pedang. Menurut penuturan beberapa warga, saat kejadian sekitar pukul 00.30 sebagian besar warga pada umunya sudah terlelap tidur. Namun beberapa pemuda kampung masih nongkrong di gardu melakukan kegiatan jaga malam. Sembari menghabiskan malam Minggu, mereka menghibur diri sambil bernyanyi dengan iringan gitar. Sebagian lainnya bermain kartu tanpa taruhan uang. Bahkan ada yang tidur pulas di pojok gardu jaga tersebut. Namun mendadak mereka dikejutkan oleh kedatangan belasan pemuda bersenjata tajam yang melakukan penyerangan. Tanpa bertanya terlebih dahulu, kawanan yang diduga berasal dari desa tetangga yang masuk wilayah Wonosari, Kabupaten Klaten, tersebut mengamuk dan mengancam para pemuda yang tengah berada di gardu jaga tersebut pada malam itu. Merasa ketakutan, para pemuda itu langsung berusaha melarikan diri. Namun nahas, dua di antara mereka, yaitu Hari dan Kurniawan terjatuh saat berusaha menyelamatkan diri. Keduanya pada akhirnya diketahui terluka kena sabetan pedang. Beruntung kedua korban akhirnya berhasil menyelamatkan diri di kegelapan malam. Rupanya para penyerang itu belum puas. Mereka lalu berteriak- teriak dan memaki-maki dengan kata-kata kotor. Dikira Perampokan Tak urung kegaduhan tersebut membangunkan warga. Penduduk banyak yang langsung terbangun untuk mengecek kejadian yang sebenarnya. ''Kami sangat kaget, kok malam-malam ada suara ribut. Saya kira ada perampokan, ternyata ada sekelompok pemuda kampung lain yang menyerang dan mengamuk,'' tutur seorang warga. Setelah mengetahui persoalan sebenarnya, warga terutama para pemuda pun keluar rumah untuk melakukan pengadangan. Sebagian yang lain menolong kedua warga yang terluka akibat sabetan pedang. Mengetahui diadang warga, para penyerang langsung berusaha melarikan diri. Ketika dikejar, mereka nekat menyeberang Kali Mati sehingga warga menghentikan pengejaran. ''Kami menduga para penyerang itu berasal dari kampung sebelah yang masuk wilayah Kabupaten Klaten.'' Kapolres AKBP Drs Bambang Rudy Pratiknyo SH MM didampingi Kasat Reskrim AKP Slamet Haryanto dan Kaurbinops Iptu Agus Setiyono mengakui ada kejadian tersebut. Dia menjelaskan, pihaknya kini telah memeriksa tiga saksi yang diduga mengetahui kejadian. Namun dia belum bersedia menjelaskan pengakuan para saksi. Pihaknya juga mengimbau warga agar tidak main hakim sendiri. ''Bila ada kejadian lagi, kami harapkan segera laporkan kepada petugas agar dapat diantisipasi.'' Ditanya sebab-sebab penyerangan, Kapolres menduga hal itu dipicu oleh dendam lama di antara pelaku dan korban. ''Berdasarkan penyelidikan awal, sebelumnya memang sempat ada pertikaian antara pemuda Sonorejo dan pemuda kampung sebelah yang masuk wilayah Klaten. Namun untuk kepastiannya, tunggu hasil pemeriksaan. Kami pun masih mengejar para pelaku,'' tegasnya. (G10-49i) |