| Senin, 07 Juni 2004 | SALA |
Jaringan Petani Tolak Hotel di Kedungombo
BOYOLALI - Rencana pembangunan hotel berbintang di kawasan Waduk Kedungombo, khususnya di Kabupaten Sragen, menyulut reaksi petani yang tergabung dalam Sekretariat Bersama (Sekber) Gerakan Petani Jawa Tengah. Mereka menyatakan akan melakukan gerakan agar pembangunan hotel berbintang itu dibatalkan, setidaknya ditunda. ''Setelah kami melakukan rapat koordinasi, teman-teman petani sepakat menolak. Kami akan berjuang agar pembangunan hotel dibatalkan,'' ujar fasilitator Sekber Gerakan Petani se-Jawa Tengah, P Saridjo, kemarin. Pembangunan hotel berbintang itu, lanjut Saridjo, ditentang salah satunya karena masalah ganti rugi antara petani dan pemerintah belum selesai. Artinya, proses ganti rugi proyek Waduk Kedungombo belum tuntas dan masih menjadi ganjalan. Upaya penyelesaian melalui forum bersama antara pemerintah dan petani, hanya menjadi agenda tetapi tidak pernah selesai. ''Karena itu petani merasa dirugikan jika pembangunan hotel berbintang diteruskan,'' katanya Sebagai catatan, pembangunan hotel di kawasan Waduk Kedungombo tepatnya Desa Boyolayar, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen atas kerja sama antara Perhutani, Pemkab Sragen, dan investor yang disetujui Gubernur Jateng. Rencananya, di kawasan itu akan didirikan bangunan joglo dan sarana lain-lain. Hingga sekarang pekerjaan pembangunan sudah mencapai 40 %. Akses Tertutup Saridjo mengatakan, pembangunan hotel atau sarana wisata dalam jangka pendek memang memberikan peluang bagi petani mendapatkan pekerjaan. Namun dalam jangka panjang, petani malah akan kehilangan akses mendapatkan kehidupan. Sebab para petani tidak bisa lagi menjalani aktivitas sebagaimana mereka lakukan selama ini. Hal itu akan menyebabkan petani kehilangan sumber penghasilan. Pembangunan hotel ada kecenderungan mengalihkan aset kepada para pemilik modal. Para petani akan kehilangan segala-galanya, yang pada gilirannya mematikan kehidupan mereka. Karena berbagai pertimbangan tersebut, jaringan petani se-Jawa Tengah dengan tegas menolak dan menentang rencana itu. '' Setiap saat kami berkoordinasi dan terus berupaya agar pembangunan hotel berbintang dibatalkan,'' kata Saridjo. (shj-49i) |