logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 07 Juni 2004 SALA
Line

Jaran Kepang Lawan AFI 2

Digelar Gebyar Dangdut Perdamaian

PURA MANGKUNEGARAN- Sepinya hiburan panggung terbuka sejak kampanye pemilu legislatif Maret lalu, ternyata memunculkan kerinduan warga Solo terhadap hiburan murah meriah di luar rumah.

Pentas musik Gebyar Dangdut Perdamaian 2004 yang digelar di Lapangan Pamedan Pura Mangkunegaran, Sabtu lalu, menjadi salah satu bukti kehausan para pencari hiburan di Solo.

Apalagi bagi kawula muda. Sebab biasanya mereka dengan gampang mendapatkan panggung pertunjukan seni, baik yang gratis maupun yang harus membayar.

Karena itulah acara Gebyar Dangdut Perdamaian 2004 yang digelar Biro Pariwisata Mangkunegaran dalam rangka promosi pariwisata dan budaya pada malam tersebut, mendapat sambutan hangat warga sebagai pelepas kerinduan terhadap hiburan.

Tidak hanya dangdut, pertunjukan yang didukung Clara Enterprise dan Suara Merdeka itu, juga menyuguhkan musik pop yang disajikan Grup Sunset Band (Solo). Grup ini membawakan lima lagu barunya yang sedang recording di Jakarta.

"Sudah agak lama di Solo tidak ada pertunjukan terbuka. Rasanya malam ini semua haus hiburan, meski sebenarnya ada pesaing lain. Sebab malam ini ada seleksi AFI 2 juga menyedot perhatian masyarakat selama ini," tutur Aswin Nugroho, vokalis Sunset Band selepas tampil dengan grupnya membawakan enam lagu.

Tak Kalah Cerdik

Ya, meski pertunjukan malam itu bersaing melawan AFI 2 yang mengeliminasi akademia Cindy, grup dangdut OM Ken Dedes yang menjadi menu utama malam itu tidak kalah cerdik dalam merebut hati para penikmat dangdut.

Ayu Kaniya, misalnya, salah satu di antara 5 penyanyi dangdut asal Karanganyar itu mempunyai kiat sendiri melawan daya tarik AFI 2. Dia pun melengkapi penampilannya dengan alat peraga, yakni jaran kepang lengkap dengan pecut ketika membawakan lagu "Kuda Lumping".

Dengan lenggang-lenggok, berjingkrak-jingkrak, hingga ngos-ngosan, penyanyi asal Colomadu Karanganyar ini pun menarik perhatian penonton sehingga beberapa penonton berusaha naik panggung untuk berjoget. penyanyi ini memang tampil lain dibandingkan Frida Atika, Maya Kartika, Carolina Bahar, Lily Asmara, dan Wawan yang merangkap MC.

"Apa pun penilaian orang, pentas malam ini banyak manfaatnya. Selain menyejukkan suasana menjelang pilihan presiden, warga juga mendapat hiburan gratis," ungkap Moch Harno AR, pimpinan Media Artha Advertising sekaligus Clara Enterprise, seusai menyumbang dua lagu dangdut, di antaranya "Gelandangan". (won-42i)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Liputan Pemilu | Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA