| Senin, 07 Juni 2004 | SALA |
Pasar Klewer Bisa Dijadikan Arena Parkir
ALUN-ALUN LOR- Munculnya wacana renovasi Pasar Klewer yang kini masih menimbulkan pro-kontra, sebenarnya merupakan salah satu dari beberapa alternatif. Setelah gerakan penolakan keluarga besar Himpunan Pedagang Pasar Klewer (HPPK) yang langsung disetujui Wali Kota Slamet Suryanto, belakangan muncul alternatif baru berupa alih fungsi bursa sandang itu menjadi arena parkir pendukung Masjid Agung Keraton Surakarta. "Gagasan saya ini mungkin bertolak belakang dengan alternatif yang ada. Namun akan idealistis bagi masjid, kawasan objek wisata kompleks keraton, dan Alun-alun Lor sebagai ruang publik. Dan sekaligus juga memberi ruang segar bagi pedagang Klewer serta harapan baru bagi mereka di lokasi baru," ungkap pimpinan Media Artha Advertising Moch Harno AR mengomentari silang pendapat soal wacana renovasi Pasar Klewer, kemarin. Menurut penjelasannya, sarana ibadah yang bersejarah itu akan direnovasi dan bahkan akan segera dilengkapi Museum Perkembangan Islam Mambaul Ulum sudah matching atau lebih simbiosis dalam konteks sejarah, budaya, dan objek wisata karena keberadaannya dalam satu kompleks Keraton Surakarta. Untuk itulah, ujar dia, unsur-unsur pendukung di lingkungannya perlu ditata agar eksistensi dan fungsi masjid kelak benar-benar bisa dimanfaatkan secara maksimal. Pimpinan event organizer Clara Enterprise itu bahkan mengamati, kawasan Alun-alun Lor merupakan satu dari beberapa tempat yang bisa diandalkan untuk ruang publik. Fungsi itu bahkan bisa bersimbiosis dan terpadu dengan kawasan kompleks keraton lain sebagai objek wisata termasuk keberadaan Masjid Agung sebagai sarana ibadah yang membanggakan dari sisi sejarah, budaya, dan fungsinya kelak. "Agar masjid bisa dimanfaatkan dan berfungsi maksimal, perlu daya dukung lingkungannya. Terutama ruang publik sekaligus ruang parkir yang memadai. Salah satu yang memungkinkan, dengan mengalihfungsikan Pasar Klewer sebagai ruang parkir," tuturnya. Pengelolaan parkir di lokasi Klewer yang dialihfungsikan, tentu harus masuk ke keraton sebagai salah satu income. Untuk keperluan ini, sangat penting untuk meninjau kembali bagaimana bentuk perjanjian antara Pemkot dan keraton atau HPPK berkaitan dengan penggunaan tanah di bawah bangunan pasar tiga lantai sekarang. Sementara itu, koordinator tim teknis renovasi masjid KP Edy Wirabhumi, Jumat lalu, menyosialisasikan dimulainya pekerjaan persiapan renovasi dalam shalat jumat bersama panitia peduli dan renovasi.(won-14j) |