| Senin, 07 Juni 2004 | SALA |
Pedagang Pasar Kabangan PindahanBALAI KOTA- Puluhan pedagang di Pasar Kabangan, Minggu kemarin, beramai-ramai memindahkan barang dagangan mereka dari pasar darurat ke kios baru yang telah rampung dibangun. Deretan kios sementara yang dibangun setelah pasar itu terbakar pertengahan 2003 lalu akan segera dibongkar dan dibersihkan. Kemarin merupakan batas akhir pemindahan dari kios darurat ke tempat baru. Rencananya, bersamaan dengan Hari Jadi Pemkot Surakarta pada 16 Juni, pasar yang selesai dibangun ulang itu akan diresmikan. "Pedagang sudah diminta segera memindahkan barang dagangannya selambatnya hari Minggu ini (kemarin). Kios darurat segera dibongkar sehingga saat peresmian tempat itu sudah bersih. Taman di bagian depan yang banyak rusak karena masih digunakan untuk kios darurat juga akan dibenahi," ujar Kepala Dinas Pengelolaan Pasar (DPP) Drs Rusmanto MM, baru-baru ini. Berdasarkan rencana, hari itu gedung baru Balai Kota Surakarta akan diresmikan Presiden Megawati Sukarnoputri. Karena itu ada kemungkinan Presiden juga akan meresmikan pasar itu. Namun, hal itu belum bisa dipastikan Rusmanto lantaran pengaturannya dilakukan panitia. Adapun batas waktu kepindahan dan rencana peresmian, kata dia, semuanya usulan dari paguyuban yang baru dia temui di kantornya. Dia menuturkan, meski pasar telah dibangun ulang dan kondisinya lebih baik dibandingkan sebelum terbakar, pedagang tak akan dipungut biaya sepeser pun. Jumlah pedagang yang bakal menempati kios dan los baru itu juga sama seperti sebelumnya. Sama Bahkan, petak kios yang hendak ditempati akan sama seperti sebelum bencana terjadi. Karena itu tidak akan ada pengundian tempat dan pedagang baru di pasar yang terletak di Kecamatan Laweyan itu. "Retribusinya juga tetap seperti dulu, meskipun sekarang kios dan losnya baru. Luas kios dan los setelah dibangun juga menjadi lebih luas," katanya. Salah seorang pedagang, Adi mengungkapkan, sejak pasar jadi beberapa pedagang sudah mulai menyicil menempati kios baru. Sedikit demi sedikit barang mereka dipindahkan. Karena itu sewaktu-waktu kios darurat yang ditempati diminta dikosongkan, mereka tak terlalu berat memindahkan barang dagangannya, yang berupa barang dari plastik dan seng serta drum bekas. Hal sama juga dilakukan belasan pedagang lain. Sambil melayani pembeli, beberapa orang tampak sibuk memindahkan barang ke tempat barunya. "Sudah banyak yang mulai pindahan sejak beberapa hari ini. Jadi tidak banyak yang kami pindahkan saat batas waktu. Kabar rencana peresmian pasar itu sudah beredar di kalangan pedagang. Maka mereka sudah mulai menata," kata dia. Setelah kios darurat itu dibongkar, lokasi itu akan digunakan sebagai tempat parkir. Selama pasar darurat didirikan tempat parkir berada di bahu jalan sehingga mengganggu lalu lintas. Apalagi pasar itu berada di belokan jalan. Kepala Pasar Kabangan Catur Wahono menyatakan ada 47 pedagang kios dan 37 yang menempati los. Adapun peresmian pasar itu, tambah dia, belum disosialisasikan pada semua pedagang.(G18-42i) |