logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 07 Juni 2004 SALA
Line

Jalan Layang Joglo Berbentuk Huruf I

  • 11.157,49 M2 Lahan Warga Segera Dibebaskan

KOTA- Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah (Kimpraswil) akhirnya memutuskan bentuk jalan layang di simpangtujuh Joglo berdesain menyerupai huruf I.

Dari tiga alternatif desain, tipe itulah yang dinilai paling tepat. Untuk keperluan itu, pada 2005 mendatang Pemkot harus membebaskan 11.157,49 m2 atau membebaskan 45 hunian total seluruhnya dan 73 hunian bebas sebagian.

"Dari beberapa kajian, Departemen Kimpraswil menyetujui desain dengan huruf I atau dari Jalan Sumpah Pemuda ke Jalan Mangunsarkoro sepanjang 850 m dengan dua palang pintu di bawahnya," ujar Kepala Subdinas Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Surakarta, Ir Herry Sukoreno, kemarin.

Dia mengemukakan, awalnya ada tiga alternatif bentuk jalan layang. Pertama, berbentuk T atau dari Jalan Sumpah Pemuda melintas rel menuju Jalan Mangunsarkoro dan bercabang ke Jalan Kolonel Sugiyono.

Alternatif selanjutnya, bentuk huruf I dengan satu palang pintu di bawahnya atau huruf I dengan dua palang pintu atau dari Jalan Sumpah Pemuda ke Jalan Mangunsarkoro.

Desain terakhirlah yang dinilai paling tepat. Selain dananya lebih ringan, desain tersebut tidak banyak mengubah pengaturan lalu lintas di tempat itu. Konsekuensinya, jalan layang hanya melayani arus kendaraan ke luar kota, sedangkan lalu lintas lokal tetap berada di bawah.

Dana Pendamping

Jalan layang pertama di Solo tersebut akan dibiayai Japan Bank for International Cooperation (JBIC) senilai Rp 73,6 miliar. Adapun lahan yang dibebaskan di sebelah barat rel seluas 5.938,81 m2, sedangkan di timur rel 5.218,68 m2. Untuk keperluan itu Pemkot harus mengalokasikan dana pendampingnya.

Adapun untuk alternatif berbentuk T dibutuhkan Rp 95,2 miliar dengan pembebasan lahan 12.794 m2 atau seluas 6.091,48 m2 di sebelah barat rel dan 6.703,08 untuk sebelah timur rel.

Jumlah hunian yang harus dibebaskan dalam jalan bentuk T jauh lebih besar dibandingkan bentuk I, yakni 47 hunian bebas seluruhnya dan 105 bebas sebagian.

"Dilihat dari biaya pembangunan, kebutuhan lahan dan konstruksi pengerjaannya bentuk I dinilai juga lebih tepat. Apalagi, ada rencana terminal bakal dipindah ke Solo bagian utara sehingga bentuk I lebih cocok," ujar dia.

Departemen Kimpraswil akan mengucurkan dana itu jika Pemkot melaksanakan kesepakatan awal, yakni menyediakan lahan untuk membangun jalan layang dan menggaji penjaga palang pintu.

Pembangunan akan dilaksanakan setahun setelah Pemkot bisa menyediakan lahannya.

"Rencananya, pembebasan lahan untuk jalan layang dilaksanakan pada 2005, sedangkan konstruksinya mulai tahun 2006. Namun, kalau lahan tak ada, proyek itu akan dialihkan ke pemda lain," ujar dia yang juga anggota tim teknis. (G18-42i)

Tabel Perencanaan Pembangunan Jalan Layang Joglo

Bentuk I Bentuk T

Jalan Sumpah Pemuda- Jalan Sumpah Pemuda- Jalan Mangunsarkoro Jalan Mangunsarkoro- Jalan Kolonel Sugiyono

Biaya konstruksi : Rp 73,6 miliar Rp 95,2 miliar 11.157,49 m2 12.794,56 m2

Kebutuhan lahan: 45 hunian bebas total 47 hunian bebas total 73 hunian bebas sebagian 05 bebas sebagian - biaya lebih murah Semua arus lalu lintas

Kelebihan: - konstruksi lebih mudah bisa terlayani oleh - trafik manajemen jalan layang tak banyak berubah

Sumber: Studi kelayakan lingkungan jalan layang Joglo dan wawancara (G18)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Liputan Pemilu | Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA