logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 07 Juni 2004 OLAHRAGA
Line

Plamen Markov Bangkitkan Semangat Tim

PLAMEN Markov, pelatih tim nasional (timnas) Bulgaria, adalah penggemar buku-buku klasik. Sebagian kalangan yakin, prestasi-prestasinya sebagai pelatih timnas juga tak lepas dari pengaruh bacaannya.

Dia berhasil membawa pasukannya ke puncak posisi di Grup VIII babak kualifikasi. Mereka memaksa Kroasia di urutan kedua dan membuat Belgia tak lolos ke putaran final Euro 2004 di Portugal.

Markov sekaligus mampu mengeluarkan tim asuhannya keluar dari bayang-bayang kegagalan Piala Dunia 1998. Dia juga menepis keragu-raguan para kritikus sewaktu dia menggantikan posisi Stoicho Mladenov pada Desember 2001.

Ketidakpercayaan terhadap Markov dapat dipahami. Memang benar, dia punya riwayat cemerlang sebagai pemain yang telah 38 kali membela timnas. Dia juga bintang yang memukau selama memperkuat CSKA Sofia. Namun dia harus membuktikan diri sebagai pelatih.

Dia sebenarnya punya pengalaman manajerial di CSKA pada 1995. Dia juga menjadi pelatih FC Minion dan Vidima-Rakovski yang berada di Divisi II Liga Bulgaria.

Dimitar Penev, mantan pemain belakang dan pelatih Bulgaria, pernah mengungkapkan keraguannya mengenai kemampuan Markov. "Memberikan tugas penting itu pada pelatih Divisi II jelas sangat berisiko," katanya. "Otoritas sepak bola Bulgaria harus bertanggung jawab penuh atas tindakan mereka yang gegabah itu."

Usir Trauma

Kendati demikian, Markov sejauh ini telah membuktikan Federasi Sepak Bola Bulgaria (Bulgarski Futbolen Soyuz - BFS) tak salah memilih. Dia merupakan organisator yang brilian dan mampu menumbuhkan motivasi pada para pemain.

Dia berhasil membangkitkan semangat Dimitar Berbatov dan kawan-kawan dan mengusir trauma bencana babak kualifikasi Piala Dunia 2002. Sekitar dua tahun lalu, Bulgaria tak lolos dari penyisihan turnamen internasional itu. Mereka menderita kalah yang sangat memalukan ketika digulung Republik Ceko 0-6.

Pasukan Bulgaria saat ini merupakan unit tempur 4-4-2 yang kompak. "Saya sungguh bahagia," ujar Markov seusai tim asuhannya memastikan langkah ke putaran final Euro 2004 dengan menaklukkan Andorra 3-0.

"Kami telah kehilangan dua turnamen internasional terakhir. Kemenangan itu sangat menyenangkan secara pribadi. Di samping itu, kami punya peluang untuk mencapai kesuksesan lagi," tambahnya.

Dia mengaku sangat bangga pada para pemainnya yang menunjukkan kualitas profesional. Dua kemenangan pertama atas Belgia (2-0) dan Kroasia (2-0) telah memudahkan jalan mereka di babak penyisihan, sekaligus memompa semangat tim.

Sejak dua kemenangan itu, mereka bertekad untuk mempertahankan keunggulan di grup penyisihan.

"Kami telah membuktikan kami mampu memainkan sepak bola kelas tinggi. Kami layak kembali berkiprah di Piala Eropa," tandasnya.

Talenta Segar

Markov memang layak mendapat pujian karena membawa Bulgaria ke putaran final Euro 2004. Tetapi peran para pemain muda dalam kesuksesan itu juga sangat besar. Tim Bulgaria sekarang memang bertaburan talenta-talenta segar yang cemerlang.

Salah satu bintang muda yang menonjol adalah Dimitar Berbatov, pemain depan Bayer Leverkusen yang dinobatkan sebagai pemain terbaik Bulgaria tahun ini. Striker berusia 23 tahun itu terkenal gesit dan kuat. Dia telah mencetak lima gol selama babak kualifikasi.

Georgi Peev (Dynamo Kyiv) memiliki keterampilan teknis yang bagus dan mampu mengatur gempuran. Stilian Petrov, pemain tengah Celtic (Skotlandia) yang berusia 24 tahun, telah menunjukkan penampilan yang semakin membaik selama beberapa tahun terakhir. Martin Petrov (24) yang juga bermain di Wolfsburg, Jerman, dapat membantu serangan dari sayap kiri ataupun tengah.

Memang, Markov kini dikeliling bintang-bintang muda yang punya prospek sangat menjanjikan. Pemain tengah Alexander Mladenov, bintang tim Bulgaria di bawah 21 tahun, menunjukkan kinerja yang kian cemerlang di Hertha Berlin. Demikian pula playmaker Emil Gargorov yang menemukan bentuk permainan terbaiknya saat memperkuat CSKA Sofia.

Pemain depan Georgi Chilikov (Levski Sofia) dan Velizar Dimitrov, yang berusia 25 tahun, tampil mengesankan dalam karier awal mereka bersama timnasl. Keduanya bisa menjadi pengganti Svetoslav Todorov (Portsmouth).

Meski demikian, Markov tak mungkin mencapai kesuksesan seperti itu tanpa peran bek kanan Radostin Kishishev dan playmaker Krassimir Balakov.

"Pemain sekelas Balakov sangat jarang," kata Martin Petrov. "Namun dia memutuskan untuk bergabung dengan manajemen di Stuttgart. Kami menghormati keputusannya. Sebagai wujud rasa hormat kepadanya, kami akan memperlihatkan permainan terbaik di Portugal."

Kishishev memang masih 28 tahun. Namun dia memutuskan untuk hanya berkonsentrasi pada komitmen yang dia buat dengan klub 1860 Munich. Keputusan Kishishev itu menimbulkan masalah di lini pertahanan bagi Markov.

Sang pelatih semula bereksperimen dengan memasukkan Daniel Borimirov di posisi bek kanan. Namun eksperimen itu gagal, karena Borimirov ternyata lebih cocok di lini tengah. Pilihan lain jatuh pada Nikolai Krastev (Naftex) atau Martin Stankov yang memperkuat klub Malatyaspor, Turki.

Untuk posisi penjaga gawang, Zdravko Zdravkov (Litex Lovech) menjadi pilihan utama Markov, meski Dimitar Ivankov (Levski Sofia) tetap punya peluang untuk menggantikannya. Zdravkov akan dilindungi pasangan bek tengah Rosen Kirilov (Litex Lovech) dan Predag Pazin (Shakhtar Donetsk).

Dengan semangat tim yang kian membaik dan dukungan pemain-pemain muda itu, Markov berharap Berbatov cs bisa berbicara banyak di Portugal. (ws,ben-59)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Liputan Pemilu | Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA