logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 07 Juni 2004 OLAHRAGA
Line

Spen Abazi Calon Lawan Berikutnya

JAKARTA - Spen Abazi dari Denmark mungkin akan menjadi lawan Chrisjon pada pertandingan wajib mempertahankan gelar juara dunia tinju kelas bulu versi WBA Oktober mendatang. Hal ini tersirat dari pernyataan Promotor Daniel Bahari di Jakarta, kemarin.

''Kami sudah melakukan pendekatan dengan WBA. Intinya, kami mohon kesempatan agar Chrisjon bisa memilih lawan dulu. Kami tidak ingin dibentur-benturkan dengan lawan kuat. Dia kan satu-satunya juara yang dimiliki Indonesia. Kami ingin menikmati gelar itu dulu,'' kata Daniel.

Spend Abazi merupakan peringkat penantang keenam di jajaran WBA. Petinju asal Denmark ini juga merupakan petinju tangguh dengan gaya boxer. Dia adalah juara Eropa. ''Tidak ada petinju lemah di jajaran penantang Chrisjon. Semua adalah petinju kuat. WBA selalu memiliki petinju yang sangat bergengsi dari segi kualitas,'' tutur Daniel.

Menurut Daniel Bahari, pihak WBA sebenarnya menyarankan Chrisjon bisa langsung dipertemukan dengan Manny Pacquiao dari Filipina. Petinju asal negera jiran ini adalah petinju tangguh yang mampu mengempaskan kehebatan Antonio Barera.

''Kami tidak menghindar dari Pacquiao. Untuk sementara memang lebih bagus kalau Chrisjon ketemu petinju selain dia dulu. Duel dengannya bisa lebih menarik kalau sudah ada pertandingan lainnya dulu,'' papar Daniel.

Daniel juga mengungkapkan, sebelum Chrisjon bertanding melawan Sato, pihaknya telah mendapat tawaran dari promotor Thailand. Dia ingin mempertandingkan Chrisjon di Bangkok. ''Kami sekarang akan patok harga Chrisjon 1 juta dolar Amerika. Harga Chrisjon bisa bagus. Kalau kemampuannya sudah sejajar dengan Nasheem Hameed harganya bisa 2,5 juta dolar Amerika. Ini wajar saja,'' paparnya.

Latihan Serius

Sutan Rambing yang melatih Chrisjon sependapat dengan Daniel Bahari. ''Chrisjon harus terus berlatih selayaknya hidup seorang juara. Tidak ada kata untuk berhenti berlatih. Latihan bagi dia adalah kerja. Sangat bagus kalau Chrisjon mampu melakukan penyatuan gelar. Hal inilah yang akan mengukuhkannya sebagai juara dunia sejati. Saya juga ingin cetak Chrisjon baru. Insya Allah dalam waktu 1,5 tahun mendatang. Ini semua butuh kerja sama semua pihak,'' ujarnya.

Ketua KTI Anton Sihombing berjanji akan segera mengirim surat pada Presiden Megawati Soekarnoputri untuk menerima Chrisjon. Petinju asal Sasana Bank Buana ini telah mengharumkan nama bangsa di pentas internasional. Dia adalah pahlawan bangsa yang pantas dihargai.

Anton yang menonton pertandingan Chrisjon melawan Sato secara langsung di Tokyo mengatakan, Sato sudah berlatih serius selama enam bulan. Petinju asal Jepang itu tidak mempunyai perhitungan kalah dari Chrisjon.

''Begitu kalah, penonton Jepang merangsek Chrisjon untuk memberikan selamat. Para Yakuza juga melakukan hal sama. Gelar ini sangat membanggakan. Ini gelar WBA. WBA adalah organisasi tinju tertua di dunia. Umurnya sudah 84 tahun. Jadi prestasi Chrisjon bukan main-main. Dia tidak mendapat durian runtuh sebagai juara,'' kata Anton.

Pardi Kendy dari jajaran direksi Bank Buana berjanji akan terus mendukung kiprah Chrisjon dan sasananya. Komitmen ini sudah dilakukan pada Sasana Bank Buana sejak 20 tahun lalu. ''Kami juga ingin lahir Chrisjon yang baru. Bank Buana pasti akan memberikan penghargaan atas prestasi Chrisjon. Bentuknya tidak perlu diungkapkan,'' ujarnya.

Baik Anton Sihombing, Sutan Rambing, Daniel Bahari, maupun Pardi Kendy sepakat bahwa pertandingan wajib Chrisjon Oktober mendatang bisa berlangsung di Indonesia. Hal itu akan menjadi kenyataan, kalau ada dukungan semua pihak. (D3-57t)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Liputan Pemilu | Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA