logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 07 Juni 2004 OLAHRAGA
Line

Kolev: Sri Lanka Tetap Harus Diperhitungkan

JAKARTA-Pelatih Kepala Tim Nasional Indonesia Senior, Ivan Vankov Kolev, mengatakan sudah menemukan kerangka tim menghadapi Sri Lanka dalam pertandingan babak penyisihan Grup 8 Zona Asia Pra Piala Dunia 2006 di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Rabu lusa.

''Meski secara umum dinilai lebih lemah dari India, Sri Lanka tetap harus diperhitungkan. Saya sudah melihat pola permainan dari rekaman pertandingan walaupun baru sebagian. Tipe permainan Sri Lanka sedikit berbeda dari India. Mereka lebih sering bertahan,'' tuturnya, kemarin.

Ia mengakui saat uji coba menghadapi India pada babak kedua para pemain asuhannya menurun semangat juangnya, sehingga hanya mampu bermain imbang 1-1. Mestinya mereka tampil lebih lebih baik dari PSSI U-20 yang juga seri 1-1 menghadapi lawan yang sama.

Walau demikian Kolev menegaskan, tidak menekankan kepada para pemainnya untuk sekadar mencari kemenangan. ''Dari awal saya sudah mengatakan, satu hal penting dari pertandingan melawan India adalah bagaimana mencari formasi pemain untuk pertandingan melawan Sri Lanka nanti. Itulah pertandingan kita yang sesungguhnya,'' tegasnya.

Tekanan

Sementara itu, Asisten Manajer Tim Basuri Bahreisy Gozali mengemukakan, saat ini para pemain berkesan dilanda tekanan mental akibat berbagai pernyataan yang dinilai tak menguntungkan setelah gagal menundukkan India. Misalnya, usia tim nasional senior hanya sampai Piala Tiger 2004 dan selanjutnya akan diganti PSSI U-20 yang diklaim sebagai tim masa depan Indonesia.

Disebutkan pula nasib pelatih Ivan Kolev akan ditentukan pada pertandingan melawan Sri Lanka. Jika menang, pelatih asal Bulgaria itu tetap dipertahankan sampai putaran final Piala Asia atau Piala Tiger. Sebaliknya kalau kalah, langsung diputus kontraknya.

''Sebelum main melawan India saya mengatakan kepada anak-anak supaya tidak terpengaruh oleh isu yang tidak-tidak. Termasuk pernyataan tim nasional senior tidak dipakai lagi,'' ujar Gozali.

Dia menyayangkan pernyataan usia tim nasional senior hanya sampai Piala Tiger 2004. Padahal banyak pemainnya yang masih berusia muda, contoh Bambang Pamungkas. Kasihan mereka kalau belum apa-apa sudah divonis tak lagi bisa bermain di tim nasional.

Dia tidak memungkiri kalau sebagian besar pemainnya tampil pas-pasan, termasuk Budi Sudarsono yang baru dimainkan pada babak kedua. Menurutnya , memang begitu karakter Budi. Dia seperti ogah-ogahan apabila dimainkan pada babak kedua.

Dia kemudian melukiskan perasaan para pemainnya ketika meninggalkan lapangan pertandingan melawan India. Mereka tampak sangat terpukul. (wgm-53k)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Liputan Pemilu | Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA