logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 07 Juni 2004 OLAHRAGA
Line

Manajemen Sepak Bola Indonesia Ketinggalan

SEMARANG - Asisten Manajer Tim Piala Asia dan Pra-Piala Dunia HB Bahreisy Gozali menyebut sepak bola Indonesia ketinggalan jauh dari bangsa-bangsa lain di Asia. Bukan hanya dalam prestasi di lapangan, melainkan juga dalam masalah manajemen.

''Ketinggalan dalam manajemen itulah yang mengakibatkan prestasi sepak bola terus tertinggal. Saya mengetahui hal ini saat mengikuti sarasehan manajer tim negara-negara Piala Asia,'' kata Gozali kepada Suara Merdeka, kemarin.

Dia mengungkapkan, pengelolaan sepak bola di negara-negara Asia yang sudah maju seperti Jepang, China, dan Arab Saudi sangat bagus. Dimulai dari pemanggilan pemain, latihan persiapan lainnya benar-benar terprogram. ''Bandingkan dengan kita yang sering memanggil pemain mendadak. Ini terjadi karena jadwal kompetisi kita yang sering berubah-ubah,'' katanya.

Di Jepang, jadwal kompetisi sudah tersusun baik dan tidak saling berbenturan dengan jadwal tim nasional. Dengan demikian, pemain yang terpanggil akan langsung bisa mengikuti TC. Sedangkan di Indonesia, masih ada klub yang nggondeli pemainnya ke tim nasional. Alasannya memang jelas, klub itu masih harus bertanding. ''Ini semua karena jadwal di kompetisi kita yang tidak rapih,'' katanya.

Mengenai skill pemain, Gozali menyebut sebenarnya pemain-pemain Indonesia tidak kalah. Hanya karena manajemen tim yang kurang bagus, menyebabkan perkembangan pemain juga ikut terhambat. ''Yang pasti, sepakbola Indonesia harus belajar dari negara-negara maju dalam manajemen, di samping tentu saja kepelatihannya,'' tandasnya. (A4-57t)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Liputan Pemilu | Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA