logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 07 Juni 2004 NASIONAL
Line

SOSOK

Sakit Hati


Drg Mustamirah Tjenol Poeger SM/dok

PERNYATAAN KH Abdullah Faqih dari Langitan yang mengharamkan presiden perempuan sangat menyinggung perasaan Drg Mustamirah Tjenol Poeger. Ketua organisasi perempuan intelektual Ikatan Sarjana Wanita Indonesia (ISWI) Semarang itu sakit hati karena pernyataan yang diskriminatif terhadap kaumnya tersebut.

"Apa arti emansipasi yang diperjuangkan RA Kartini seratus tahun lalu? Perempuan perlu diberi kesempatan, tidak dijegal," ungkapnya kemarin saat ditanyai soal komentarnya tentang presiden perempuan. Masalah seperti itu pernah menjadi diskusi bangsa ketika Megawati menggantikan Gus Dur hampir tiga tahun lalu.

Tidak mau dikaitkan dengan nama seseorang, Ketua ISWI Semarang itu mengatakan, Indonesia adalah negara hukum, bukan negara Islam, yang tidak membedakan laki-laki atau perempuan untuk menjadi presiden. "Selama mempunyai kecakapan, kenapa tidak?" ujarnya. Dia menunjuk Pakistan yang sama-sama mayoritas berpenduduk Islam, Benazir Butho juga bisa menjadi perdana menteri.

Meskipun hatinya sangat sakit dengan fatwa KH Abdullah Faqih, Drg Tjenol Poeger itu mengajak perempuan tidak emosional dan melihat segala sesuatunya secara objektif. Dia menyerukan solidaritas perempuan perlu dikukuhkan menghadapi kondisi seperti sekarang. "Perempuan bisa bersaing secara positif, jangan ditahan sebelum diberi kesempatan. Siapa pun presiden perempuan, dia berhak asal mempunyai kemampuan untuk jabatan itu," tandasnya. (hm-58j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Liputan Pemilu | Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA