| Senin, 07 Juni 2004 | NASIONAL |
Ki Manteb "Diadili" soal UNESCOSOLO- Perjalanan dalang kondang Ki Manteb Soedharsono keliling Eropa dan tampil di gedung UNESCO di Paris ternyata berbuntut. Jumat malam lalu, dia ''diadili'' oleh para dalang di depan forum pertemuan yang digelar Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) dan Sekretariat Wayang Nasional (Senawangi) Pusat di Padepokan Ki Anom Suroto, Timasan, Sukoharjo. Pertemuan yang diikuti 25 pengurus Pepadi/Ganasidi se-Jateng yang sedianya membahas rencana festival wayang, memanas ketika menyoal keberangkatan ''Dalang Setan'' itu ke Prancis. Bermula dari pertanyaan Ki Warseno Slank tentang tidak tersosialisasinya program Pepadi/Senawangi ke lingkungan anggota para dalang di tingkat bawah (kabupaten/kota). Termasuk contoh soal keberangkatan Ki Manteb ke Prancis bersama rombongan Senawangi/Pepadi untuk pentas di gedung UNESCO dari akhir April sampai awal Mei lalu. ''Semestinya pengurus pusat berkonsolidasi dengan baik di tubuh organisasi, sehingga program bisa tersosialisasi ke bawah,'' papar dia. Pertanyaan Ki Warseno ditimpali lagi oleh Bambang Murtioso SKar yang menyoal kesan yang muncul di masyarakat tentang Ki Manteb. Dia kini lebih menonjol sebagai dalang tingkat dunia karena menerima penghargaan UNESCO. ''Yang benar itu bagaimana, apakah Ki Manteb yang menerima penghargaan Master Piece of Oral and Intangible of Humanities atau wayang Indonesia?'' tanya dia. Ki Manteb yang yang ikut hadir dalam acara itu dan merasa disoal langsung menanggapi. Dia bicara blak-blakan tentang Duta Wayang Indonesia ke Prancis itu. ''Jika bukan demi bangsa dan negara, saya memilih tidak berangkat. Terus terang saya merasa diplekotho (dikerjai-Red) habis-habisan. Tenaga dan pikiran saya terkuras habis sebulan penuh,'' ungkapnya.(an-58j) |