logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 07 Juni 2004 NASIONAL
Line

1.250 Calon Haji Masuk Waiting List

  • Suwanto Ketua IPHI Jateng

SEMARANG- Musyawarah Daerah (Musda) V Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Jateng secara aklamasi memilih H Suwanto SE MM menjadi ketua periode 2004-2009 menggantikan H Imam Syafii SE MM. Sementara itu, sampai 2006 terdapat 1.250 calon haji masuk dalam daftar tunggu (waiting list).

Musda dibuka Kepala Biro Kesra Pemprov Drs H Suwilan di Hotel Pandanaran Jalan Pandanaran 58 Semarang. Pengurus baru kemarin dilantik Ketua Umum IPHI Pusat Drs H Mubarok. Susunan Pengurus IPHI Jateng yang baru adalah Ketua H Suwanto SE MM. Kemudian Wakil Ketua Dr HM Muchoyyar HS MA, Drs H Harsono, Drs H Muchtar Hadi MAg, Drs H Maisuri Abdullah, Drs H Habib Ichsanuddin, dan Hj Gatytsari Ch SH. Sekretaris Drs H Buchori Muslim. Wakil Sekretaris Drs HM Nur Fawzan Ahmad, Drs H Ahya Ulumuddin, dan Hj Sri Tantowiyah MPd. Bendahara H Agus Suroto. Wakil Bendahara dr Hj Dewi Triandani, H Mustain Ali, dan Drs H Zainuri Dimyati. Pengurus dalam waktu dekat akan melengkapi seksi-seksi dan bidang-bidang.

Suwanto yang dirut CV Aneka Ilmu mengemukakan, pihaknya akan berusaha mewujudkan cita-cita IPHI mempunyai kantor dan ruangan aula sendiri. Kebutuhan itu perlu untuk memudahkan koordinasi dan konsolidasi pengurus yang tersebar di seluruh Jateng.

Semantara itu, Kakanwil Depag Jateng Drs HM Chabib Thoha MA dalam sambutannya menyinggung kemungkinan penyelenggaraan ibadah haji oleh swasta. ''Kalau swastanisasi haji lebih menjamin kelancaran pelaksanaan haji itu merupakan gagasan bagus,'' ujarnya.

Chabib mengungkapkan, swastanisasi haji apabila justru membuat biaya haji lebih murah, aman, dan tertib patut didukung. Namun, dia menekankan, apabila swastanisasi justru akan membuat pelaksanaan haji tidak nyaman, biaya membengkak akan merepotkan jamaah.

''Jika swastanisasi haji benar-benar terlaksana dan dalam pelaksanaan haji menjadi tidak lancar, kepada siapa kita harus menuntut."

Menurut penuturan dia, pengalaman 2003 lalu, 24 penyelengara haji swasta yang tergabung dalam Badan Penyelenggara Ibadah Haji (BPIH) Khusus telah menelantarkan haji Indonesia di Arab Saudi. ''Akhirnya, yang menanggung pihak pemerintah Indonesia lagi,'' katanya.

Dengan peristiwa itu, dia menyarankan agar wacana swastanisasi haji disikapi dengan hati dan pikiran jernih.

Kuota Habis

Kuota haji Provinsi Jateng telah terpenuhi hingga 2006. ''Kuota haji Jateng untuk periode mendatang 19.700 telah penuh sejak Maret lalu. Sampai 2006, sebanyak 1.250 calon haji masuk dalam daftar tunggu (waiting list),'' ujarnya.

Mengantisipasi menumpuknya pendaftaran calon haji, Departemen Agama tidak menerima pendaftaran sistem bayar lunas. Para calon haji diharapkan melalui mekanisme tabungan haji. ''Dengan tabungan haji, otomatis akan terdaftar sebagai calon jamaah."

Chabib menjelaskan, untuk memberi kesempatan yang merata kepada para calon haji yang belum bisa menunaikan ibadah ke Tanah Suci, Departemen Agama membatasi calon haji yang ingin menunaikan ibadah lebih dari sekali.

''Setelah lima tahun, kami baru memberi kesempatan kepada mereka yang ingin pergi untuk kesekian kalinya,'' imbuhnya.(wid-78j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Liputan Pemilu | Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA