logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 07 Juni 2004 NASIONAL
Line

Sang Komunikator Telah Tiada

LOS ANGELES - Ronald Reagan, mantan Presiden AS yang dikenal dengan julukan "sang komunikator besar", Sabtu petang waktu Los Angeles (Minggu dini hari WIB), menghadap Tuhannya setelah 10 tahun menderita Alzheimer (pikun total).

Menurut sumber yang dekat dengan keluarga mantan presiden itu, Nancy (istrinya) dan semua anggota keluarga berkumpul di sisi ranjang saat Reagan menghembuskan napas terakhir di kediamannya, di kawasan Bel Air.

Reagan, yang menjadi presiden antara 1981-1989, mulai terjangkit Alzheimer yang menyerang sistem memori otaknya pada 1994. Kondisinya merosot tajam pada beberapa pekan belakangan, hingga dia meninggal pada usia 93 tahun.

Dia terpilih sebagai presiden pada usia cukup senja, 69 tahun. Namun dia dikenal sebagai presiden yang dikenang dunia karena kiprah politiknya yang baik, meskipun latar belakang dirinya bidang seni.

Sebelum menjadi Gubernur California dan kemudian menjadi Presiden AS untuk dua kali masa jabatan, dia seorang aktor Hollywood.

Selain berhasil menggerakkan roda perekonomian AS pada awal 1980-an dengan apa yang disebut "Reaganomics, kebijakan luar negerinya terhadap Uni Soviet dilihat sebagai faktor yang akhirnya meruntuhkan negara raksasa komunis itu pada 1989.

Gedung Putih menurunkan bendera nasional AS menjadi setengah tiang, sekitar 30 menit setelah berita resmi kematian disampaikan pihak keluarga kepada Gedung Putih. Dan Presiden George W Bush yang sedang berada di Paris, diberitahu tentang berita duka tersebut.

Dipuji-puji

Minggu kemarin, pujian terhadap mendiang datang dari segala penjuru dunia. Presiden Bush berkata: "Ini saat yang menyedihkan bagi kehidupan Amerika. Sebuah kehidupan besar seorang Amerika, telah sampai pada akhirnya."

"Ronald Reagan mendapatkan penghormatan Amerika karena kebesarannya, dan mendapatkan cinta Amerika karena kebaikannya. Dia mempunyai rasa percaya diri yang datang bersama keyakinannya, kekuatan yang datang bersama karakter, keanggunan yang datang dengan kerendahan hati, dan humor yang datang dengan kebijaksanaan."

Dari Moskwa, pujian tentu saja datang dari "Bapak Perestroika (keterbukaan) Soviet", Mikhail Gorbachev. Dia memuji Reagan sebagai mitra di panggung dunia yang memberikan kontribusi utama bagi berakhirnya Perang Dingin.

"Kami berdua ditakdirkan bertemu pada masa paling sulit abad ke-20, ketika kami - di masing-masing sisi - merasa menghadapi ancaman perang nuklir," kata Gorbachev, penguasa Soviet pada 1985-1991.

"Reagan memasuki sejarah sebagai orang yang membuat keputusan besar, memberikan kontribusi dalam menciptakan kondisi bagi diakhirnya Perang Dingin," tambahnya, kepada para wartawan.

Memang, berkat Reagan dan Gorbachev-lah dunia terbebas dari puluhan tahun ancaman perang nuklir antara blk Barat yang dipimpin AS dan blok Timur yang dikomandoi Uni Soviet.

Perdana Menteri Inggris Tony Blair mengatakan: "Di dalam negerinya, visi dan kepemimpinan Reagan mengembalikan rasa percaya diri dan perubahan penting pada politik Amerika."

"Sedangkan di luar negeri, upayanya merundingkan pengendalian senjata dan kenegarawanannya membantu hubungan lebih stabil dengan Uni Soviet, dan kemudian mengakhiri Perang Dingin."

Mantan Presiden Bill Clinton menyebut Reagan seorang Amerika yang orsinil sejati. "Hillary dan saya akan selalu mengingat Presiden Ronald Reagan untuk caranya mempersonifikasi diri dengan optimisme gigih bangsa Amerika. Dia membawa Amerika ke jajaran terdepan dalam perjuangan untuk kebebasan bagi semua orang di mana pun," katanya.

Mantan PM Inggris Margaret Thatcher, kolega mendiang semasa sama-sama berkuasa, mengatakan: "Semua orang akan merasa kehilangan dirinya. Bukan hanya mereka yang menjadi bangsa tempat dia mengabdi dengan kebanggaan, tetapi juga jutaan pria dan wanita yang hidup dalam kebebasan sekarang. Kebebasan itu tercapai berkat kebijakan yang ditempuhnya."

Presiden Prancis Jacques Chirac memuji mendiang dengan mengatakan: "Beliau seorang negarawan besar. Dengan kekuatan keyakinan dan tekadnya pada demokrasi, beliau menorehkan bekas yang dalam pada sejarah."

Banyak Penyakit

Reagan kali pertama terpilih (menjadi presiden ke-40 AS) pada pemilu November 1980, setelah mengalahkan Presiden Jimmy Carter. Pada 1984, dia mengalahkan Walter Mondale untuk mendapatkan masa jabatan kedua hingga 1989.

Gubernur California pada 1960-an itu menyebut Uni Soviet sebagai Kekaisaran Setan. Selama masa pemerintahannya, sejumlah pejabat tinggi Gedung Putih terlibat dalam skandal penjualan senjata secara gelap kepada Iran dan Nikaragua, disebut sebagai skandal Iran-Contra.

Reagan, yang sering memerankan koboi jagoan dalam film-filmnya tahun 1950-an, terus dirundung gangguan kesehatan meskipun akhirnya tergolong panjang umur.

Pada 1981 dia bahkan nyaris tewas. Seorang penyerang bernama John Hinckley menembak Reagan setelah sang presiden menghadiri pertemuan para pemimpin buruh di Washington.

Sebutir peluru bersarang di dadanya, hanya 2,5 sentimeter dari jantung. Setelah menjalani perawatan intensif, dia sembuh total. Pada 1985 dia menjalani operasi kanker usus besar dan tahun 1987 operasi kanker prostat serta kanker kulit. Kali terakhir, 2001 lalu, Reagan terjatuh dan tulang pahanya patah.

Reagan dikenal sangat yakin akan efektivitas televisi sebagai sarana penyampai komunikasi. Namun sebagai seorang tokoh, dia kerap kali memberi pernyataan-pernyataan dengan kalimat-kalimat kuat yang tetap dikenang hingga kini.

Simaklah ucapannya: "If not now when, if not we who else ..." Kalimat itu, yang dia lontarkan pada suatu kesempatan, bermakna "segala sesuatu harus dikerjakan saat ini juga, karena belum tentu ada kesempatan kedua untuk melakukannya".

Pemakaman kenegaraan akan berlangsung di Washington, Jumat waktu setempat, dan jenazah Reagan kemudian akan dikuburkan pada hari yang sama di lingkungan Perpustakaan Presiden Reagan di California.

Stasiun televisi Los Angeles melaporkan, Reagan akan disemayamkan di Perpustakaan Presiden Reagan pada Senin dan Selasa, untuk memungkinkan para pelayat menyampaikan penghormatan terakhir sebelum jenazahnya dibawa ke Washington.

Laporan lain menyebutkan, pemakaman kenegaraan diperkirakan diadakan di Katedral Nasional Washington, Jumat, sebelum jenazah diterbangkan kembali ke California untuk pemakaman pribadi di Perpustakaan Presiden Reagan di Simi Valley, pada saat matahari terbenam. (rtr-ant-ed-30)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Liputan Pemilu | Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA