logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 07 Juni 2004 NASIONAL
Line

Ingin Pertahankan Gelar di Indonesia


SANG JUARA: Chisjon, Sang Juara berhasil mempertahankan gelar juara kelas bulu (57,1kg) versi World Boxing Association (WBA) setelah mengalahkan penantangnya Osamu Sato (Jepang) di Arieke Colloseum, Tokyo Jumat (4/6). Dia berhasil mempertahankan gelar juara dunia kelas bulu WBA . (79)

SEMARANG - Ada kegembiraan dan kebanggaan tersendiri bagi Chrisjon, setelah berhasil mempertahankan gelar juara dunia kelas bulu WBA melawan Osamu Sato, di Ariake Colosseum, Tokyo, Jepang, Jumat (4/6) lalu.

Sebab, petinju asal Banjarnegara itu berhasil menjawab ke-raguan insan tinju di Indonesia. Tidak sedikit dari mereka yang menganggap gelar juara dunia yang diperoleh Chrisjon hanya merupakan keberuntungan saat berhasil mengalahkan Oscar Leon di Denpasar, Bali, September 2003.

''Kemenangan atas Sato, tentu sangat menggembirakan saya. Sebab saya bisa menjawab keraguan insan tinju di Indonesia yang sempat pesimistis. Saya akhirnya bisa mempertahankan gelar di Jepang,'' kata Chrisjon, yang mempunyai nama lengkap Christian Johanes itu, setelah tiba di Sasana Bank Buana Semarang, kemarin.

Sebagai juara dunia, petinju asal Banjanegara tersebut siap mempertahankan gelarnya. Siapa pun lawannya nanti, bukan masalah baginya. Dia akan berusaha semaksimal mungkin untuk tetap mempertahankan gelar tersebut. Namun hingga sekarang, dia belum tahu siapa yang akan menjadi penantang pada Oktober mendatang.

Hanya, Chrisjon berharap pertarungan kedua mempertahankan gelar juara dunianya itu dapat dilangsungkan di Indonesia. Sebab, hal itu akan menjadi kebanggaan tersendiri, bisa tampil di hadapan publik sendiri.

''Saya belum mengetahui calon lawan yang akan menantang pada Oktober mendatang. Hal itu akan dibahas oleh pelatih dan promotor. Tentu saja setelah mereka mempelajari petinju-petinju yang akan dijadikan lawan saya,'' kata anak kedua dari pasangan Johan Cahyadi dan Maria Warsini itu.

Disinggung tentang lawannya Osamu Sato, Chrisjon mengakui petinju asal Jepang itu mempunyai teknik yang bagus. Selain itu, semangat dan motivasinya sangat tinggi, sehingga tidak mudah menyerah. Bahkan, wajahnya sempat merasakan pukulan hook kiri Sato yang sangat keras pada ronde pertama. Akibatnya, hidung Chrisjon sempat berdarah.

Meski demikian, hal itu tidak membuat mental bertandingnya menurun. Sebaliknya, dia tetap fight dan bertarung lepas menghadapi petinju berjuluk Hulk itu. Selain itu, kelemahan-kelemahan Sato di atas ring juga sudah bisa dibaca Chrisjon. Tangan kanan Sato yang sering terbuka, dimanfaatkannya untuk mendaratkan pukulan tangan kiri ke wajah Sato.

''Saya memang sempat tegang, saat berada di ruang ganti. Namun setelah di atas ring, saya bisa rileks sehingga mampu bertarung lepas. Itu merupakan salah satu kunci mengalahkan Sato. Tentu saja hal itu juga tidak lepas dari doa masyarakat Semarang,'' kata Chrisjon yang di sekitar mata kanannya masih terlihat biru akibat pukulan keras Sato. Selain sekitar mata kanannya, Chrisjon juga mengaku masih merasakan sakit di beberapa bagian kepalanya.

Menurutnya, keberhasilannya mempertahankan gelar juara dunia kelas bulu WBA itu juga merupakan kerja keras dari pelatih, promotor, teman, dan masyarakat Indonesia yang selalu mendukungnya. Karena itu, kemenangannya tersebut juga dipersembahkan untuk rakyat Indonesia.

Rencananya, setelah mempertahankan gelar juara dunia itu, Chrisjon ingin beristirahat terlebih dahulu selama seminggu.

Setelah itu, dia akan kembali berlatih mempersiapkan diri untuk mempertahankan gelar juaranya yang akan dilangsungkan Oktober mendatang. (H13,C16-57a)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Liputan Pemilu | Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA