| Senin, 07 Juni 2004 | NASIONAL |
MUI Imbau Jangan Golput
SEMARANG- Menyikapi pelaksanaan Pilpres 2004, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jateng mengeluarkan sebuah rekomendasi. Salah satu isinya, lembaga itu menganggap golongan putih (golput) merupakan tindakan tidak bertangung jawab dan sebagai bentuk cuci tangan dari permasalahan yang sedang dihadapi. Rekomendasi MUI Jateng itu, disepakati dalam sarasehan Pilpres 2004 dan rapat kerja daerah (rakerda) yang digelar lembaga tersebut di gedung pertemuan LPMP, Srondol, 5-6 Juni. Kegiatan itu dihadiri para pengurus tingkat Jateng dan MUI kabupaten/kota se-Jateng. Wagub yang kebetulan juga Ketua MUI Jateng, Drs H Ali Mufiz MPA, hadir sekaligus melakukan dialog dengan peserta. Dalam dialog tersebut, selain mengemuka masalah pemilu, juga berkembang persoalan sertifikasi halal, anggaran MUI dari APBD, dan sejumlah hal menyangkut agama yang berkembang di masyarakat. Sekretaris Umum MUI Jateng, Prof Dr Ahmad Rofiq MA mengatakan, pihaknya bertekad untuk menyukseskan pemilu presiden dan wapres dalam suasana tertib, aman, dan damai. ''Karena itu kami mengimbau agar masyarakat tidak golput. Sebab hal itu merupakan tindakan yang tidak bertanggung jawab,'' kata dia, usai rakerda. Dalam upaya menyukseskan pilpres tersebut, pihaknya mengeluarkan imbauan kepada masyarakat, pemerintah, KPU, Panwas, parpol, dan pers. Kepada masyarakat, kata dia, pihaknya memohon agar lebih mengutamakan keutuhan bangsa dan negara di atas kepentingan parpol dan golongan. Selain itu, seluruh elemen masyarakat hendaknya menggunakan hak pilih dengan sebaik-baiknya. ''Dan di dalam menentukan pilihan, hendaknya mempertimbangkan para calon yang akan memberikan lebih banyak manfaat.'' Pada pemerintah, pihaknya mengimbau agar tidak terganggu oleh kegiatan pemilu, sehingga roda pemerintahan tetap berjalan dengan baik. Selain itu, tidak menggunakan sarana dan fasilitas negara untuk kepentingan partai dan golongan tertentu, serta proaktif dalam menyukseskan dan mengamankan jalannya pemilu. KPU diimbau hendaknya menjadi pelaksana pemilu yang mampu menjalankan fungsinya dengan baik, dan tetap konsisten dalam menegakkan demokrasi. Juga, disiplin dalam menjalankan tugas demi sukses dan tertibnya pemilu dan seluruh tahapannya. ''Untuk Panwas, MUI Jateng mengimbau agar menjalankan dengan baik fungsi pengawasan, dan selalu mengadakan koordinasi dengan aparat keamaan,'' jelas Rofiq. Adapun untuk parpol, lanjut dia, pihaknya mengimbau agar bisa mengendalikan para simpatisan, pendukung, dan jurkam, untuk tetap santun saat berkampanye. Selain itu, diimbau agar tetap mendahulukan keutuhan bangsa daripada kepentingan partai dalam meraih kekuasaan, serta melakukan pendidikan politik yang baik pada rakyat, dan tidak membodohi masyarakat dengan politik uang.(G7-33a) | ||||