| Senin, 07 Juni 2004 | SEMARANG |
Dikejar Warga, Perampok Shalat Menghadap UtaraGUNUNGPATI- Angga Leo Kabiso (19) dan Eko Dwiyanto (20), keduanya mengaku warga Jalan Sriyatno I RT 1 RW 4, Kelurahan Purwoyoso, Kecamatan Ngaliyan, ditahan aparat Polres Semarang Barat. Mereka ditahan setelah ditangkap warga karena diduga sebagai perampok sopir taksi Kosti, Sutrimo Asmara (50), di Jalan Jenderal Sudirman, di depan Toko Balad, Minggu (6/6) dini hari. Angga mengaku masih duduk di bangku kelas II sebuah SMA swasta di Ngaliyan, sedangkan Eko buruh di sebuah pabrik di kawasan Simongan. Dari tangan tersangka, polisi menyita gobang dan pisau serta tas, tape, handphone, dan tas parasut hitam yang diduga hasil kejahatan. Adapun barang bukti berupa mobil taksi Kosti nomor lambung 138 H-1073-JA diserahkan kembali kepada pemiliknya. Menurut sejumlah saksi, peristiwa itu bermula ketika korban baru saja berkeliling mencari penumpang di kawasan Jalan Jenderal Sudirman. Ketika sampai di depan Toko Balad sekitar pukul 00.30, taksi dihentikan dua tersangka. ''Saat itu mereka meminta saya mengantar ke Sekaran, Gunungpati,'' kata Sutrimo yang tinggal di Desa Perumahan Kaliwungu Indah, Desa Protmomulyo, Kendal. Sampai di Sekaran, korban diminta berhenti di depan sebuah rumah kosong. Tiba-tiba kedua pelaku mengeluarkan senjata tajam dan meminta uang kepada Sutrimo. Korban mengaku tidak punya uang. Dalam keadaan ketakutan, dia mengeluarkan dompetnya yang kosong untuk meyakinkan kedua tersangka. Namun pelaku tampaknya tidak percaya dan tetap memaksa korban menyerahkan uang. Sutrimo yang terancam jiwanya berupaya membebaskan diri. Meski saat itu mobil dalam keadaan berjalan dan naik tanjakan, dia nekat membuka pintu mobil, lalu melompat keluar. Lelaki itu berlari sambil berteriak meminta tolong. Teriakan korban didengar warga sekitar. Tak lama kemudian, sejumlah warga yang keluar rumah berusaha mengejar para tersangka yang masih berada di dalam taksi. Mereka juga menghubungi polisi. Tersangka Eko gagal menghidupkan taksi. Kendaraan itu bukannya melaju ketika pedal gas diinjak, melainkan malah mundur karena berada di jalan menanjak. Taksi berhenti setelah terperosok di sebuah parit. Para tersangka berusaha melarikan diri dari kejaran massa. Kali pertama yang ditangkap adalah Angga, yang bersembunyi di sebuah musala. Dia pura-pura shalat. Warga dan anggota Polres Semarang Barat yang mengejar tersangka pun sampai di musala tersebut. Melihat seseorang shalat menghadap ke utara, warga curiga. Mereka yakin pria itu merupakan pelaku perampokan setelah melihat gobang di sudut musala. Semula ketika ditanya, Angga mengelak. Namun dia tidak bisa membantah lagi setelah dipertemukan dengan korban. Tersangka kemudian diserahkan ke Polres Semarang Barat. ''Seharusnya shalat kan menghadap ke kiblat. Tapi tersangka shalatnya menghadap ke utara. Itu mengundang kecurigaan warga yang mengejarnya,'' tutur seorang polisi. Adapun Eko diringkus Minggu siang saat bersembunyi di rumahnya. Kapolres Semarang Barat AKBP Mukhlis AS didampingi Kasat Reserse Kriminal Iptu Kusnandar mengemukakan, pihaknya masih memeriksa kedua tersangka. Dari hasil pemeriksaan sementara, tersangka Angga mengaku beberapa kali mencuri dan memeras di kawasan Semarang Barat. (G5,G3-89s) |