logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 07 Juni 2004 EKONOMI
Line

Harga Komputer Merambat Naik

SEMARANG- Seiring dengan menguatnya mata uang dolar AS dan melemahnya rupiah, harga komputer terus merambat naik. Jika beberapa waktu lalu ketika rupiah dari kisaran Rp 8.600 per dolar AS dan melemah menjadi Rp 9.000 per dolar AS kenaikannya mencapai 10%, kini setelah rupiah kembali tertekan mencapai kisaran Rp 9.400-an hingga Rp 9.500-an per dolar AS, harga komputer kembali mengalami kenaikan sekitar 5%.

"Harga komputer memang mudah naik,jika rupiah melemah, karena 90 persen komponennya masih impor. Harga komputer sangat terkait erat dengan dolar AS," kata Lukas Lukmana, Ketua Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo) Jateng, kemarin.

Atas kondisi itu, konsumen komputer kini lebih suka mengambil sikap menunggu harga turun kembali. Sikap menunggu itu, muncul karena banyak kalangan konsumen memperkirakan bahwa melemahnya rupiah karena saat ini merupakan masa kampanye pemilihan presiden.

"Padahal, pengaruh melemahnya rupiah bukan cuma karena masa pemilu presiden, tetapi juga ada faktor eksternal," ujar dia.

Faktor tersebut, adalah bahwa penguatan dolar AS merupakan tren yang sedang terjadi di dunia. Dengan demikian, belum tentu setelah masa pemilihan presiden, rupiah kembali menguat, dan harga komputer bisa turun lagi.

Faktor lain mengapa konsumen menunda pembelian komputer, menurut Lukas, karena saat ini merupakan musim mahasiswa dan pelajar sedang menempuh ujian semester atau tes akhir, sehingga kebutuhan terhadap komputer baru belum begitu kelihatan.

Mahasiswa atau pelajar merupakan salah satu pangsa pasar komputer yang paling potensial. Permintaan komputer dari konsumen kalangan mahasiswa dari waktu ke waktu mengalami peningkatan. Permintaan dari kalangan itu, paling ramai terjadi pada musim masa perkuliahan baru atau tahun ajaran baru, yang berarti sekitar Juli hingga September. "Pada masa perkuliahan baru, memang banyak orang tua yang membelikan komputer kepada anaknya."

Tren teknologi komputer yang saat ini paling diminati konsumen adalah komputer dengan prosesor Pentium IV Multidimensi, yang harganya di pasaran mencapai Rp 5 juta. Dengan teknologi yang sama itu, harga antara produk built up (impor murni) terpaut lebih mahal sekitar 10 hingga 15 persen dibandingkan komputer rakitan dalam negeri. (G2-82a)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Liputan Pemilu | Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA