| Senin, 07 Juni 2004 | EKONOMI |
Pelabuhan Tanjung Intan Sering DiabaikanPURWOKERTO- Akibat pengetahuan proses dokumentasi ekspor impor masih minim, para pengusaha ekspor-impor di wilayah Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, dan Kebumen (Barlingmascakeb), hingga kini masih mengandalkan jasa pelayanan eksim pihak ketiga yang ada di Pelabuhan Tanjung Priok dan Tanjung Emas. Para pengusaha di wilayah itu, bisa melakukan efisiensi bila dapat mengurus dokumen sendiri, serta memanfaatkan pelabuhan Tanjung Intan Cilacap yang lokasinya lebih dekat. "Selama ini, para pengusaha di wilayah Barlingmascakeb mesti melakukan ekspor-impor melalui pelabuhan Tanjung Priok Jakarta dan Tanjung Emas Semarang. Kedua pelabuhan menjadi pilihan, karena pengetahuan tentang dokumen ekspor-impor banyak yang tidak diketahui oleh pengusaha, sehingga bila mengurus dokumen, mereka harus lari ke Jakarta dan Semarang. Padahal, di Cilacap juga ada pelabuhan yang memadai untuk kegiatan ekspor-impor," jelas Regional Manager Barlingmascakeb, Restyarto Efiawan SE MM, kemarin. Agar paham tentang dokumentasi ekspor-impor, belum lama ini selama tiga hari, 10 pengusaha yang mewakili beberapa kabupaten mengikuti pelatihan di kantor Regional managemen Barlingmascakeb. "Ada 10 peserta dari perusahaan yang biasa melakukan ekspor-impor mengikuti pelatihan itu. Diharapkan, setelah mengikuti pelatihan mereka paham dan mengetahui, sehingga bisa mengurus dokumen ekspor-impor sendiri tanpa melalui pihak ketiga di Jakarta atau Semarang." Kalau sudah bisa, ungkap Restyarto Efiawanpara, para pengusaha di Barlingmascakeb cukup mengurus dokumen-dokumennya di Tanjung Intan Cilacap saja; tidak perlu ke Tanjung Priok atau Tanjung Emas, bila melakukan ekspor," ungkapnya. Potensi Ekspor Menurut Restyarto, potensi ekspor dari wilayah Barlingmascakeb cukup besar. Pengusaha yang sudah melakukan ekspor adalah dari Kabupaten Purbalingga (12 perusahaan), Kabupaten Banjarnegara (delapan perusahaan), Kabupaten Banyumas (lima perusahaan), Kabupaten Kebumen (lima perusahaan), dan Kabupaten Cilacap (12 perusahaan). Kalau perusahaan yang potensial itu disatukan, sangat memungkinkan pelabuhan Tanjung Intan Cilacap menjadi sebuah pelabuhan yang tak kalah produktif dengan pelabuhan lain di Jawa. Saat ini, katanya, Pelabuhan Tanjung Intan hanya perlu dilengkapi fasilitas crain. Pihak pelabuhan, katanya, telah menyiapkan dana hingga Rp 5 miliar untuk pengembangan, asal para pengusaha juga siap untuk memanfaatkan pelabuhan tersebut. Bila semua sudah siap, para pengusaha tak perlu lagi mengekspor produknya melalui pelabuhan Tanjung Priok Jakarta atau Tanjung Emas Semarang. "Cukup dari pelabuhan Tanjung Intan Cilacap," tandasnya lagi. (G23-82a) |