| Senin, 07 Juni 2004 | EKONOMI |
Pertumbuhan Investasi Reksadana MeningkatSEMARANG- Perusahaan perbankan internasional Standard Chartered Bank sejak tahun 2001 mulai menawarkan pola investasi reksadana. Selama tiga tahun itu pula, pertumbuhan investasi masyarakat Jateng dalam bentuk reksadana mengalami peningkatan. Demikian diungkapkan Branch Manager Standard Chartered Bank Jateng, Rita Yulistina, di sela-sela acara "Let's Go WOW, Wealth on Wealth Standard Chartered Bank", Sabtu malam (5/6). Program WOW sendiri, menurut Rita, merupakan media pendidikan bagi warga masyarakat. Jika selama ini masyarakat hanya mengetahui model investasi berupa deposito bank, saat ini Standard Chartered menawarkan cara berinvestasi yang lain yakni melalui reksadana. Setidaknya ada 44 produk reksadana yang ditawarkan oleh Standard Chartered Bank. Konsep yang dipakai pada dasarnya tergantung pada profil risiko yang dipilih. Kantor cabang yang telah dipimpinnya selama 12 tahun itu menawarkan empat kelompok investasi reksadana. Produk reksadana yang ditawarkan adalah money market (bursa uang), fixed income (pendapatan tetap), campuran saham dan obligasi, serta reksadana berupa saham. "Layaknya supermarket, konsumen dapat memilih jenis investasi sesuai profil risiko yang diinginkan," ujar Rita. Puluhan produk tersebut dapat dipilih secara bebas. Namun demikian, pihak Standard Chartered sesungguhnya sejak tahun 2003 menyediakan suatu metode penilaian terhadap profil konsumen. Metode yang diberi nama Customer Investment Profile (CIP) itu dapat mengukur tingkat risiko yang berani diambil nasabah. Berdasarkan catatan Standard Chartered, sekitar 3.000 nasabah di seluruh Jateng bergabung dalam program WOW. Para nasabah tersebut, sebagian besar memilih investasi reksadana dalam bentuk fixed income. Boleh jadi, pilihan itu karena tingkat risikonya jauh lebih rendah daripada reksadana berbentuk saham, karena investasi berupa obligasi. Sebaliknya, keuntungan (return) yang diperoleh cukup banyak. (nik-82) |