| Senin, 07 Juni 2004 | BANYUMAS |
Pemkab Minta Tambahan Kuota Pengadaan GabahPURWOKERTO- Perputaran dana penguatan modal lembaga usaha ekonomi pedesaan yang diterima enam KUD di Banyumas dari pemerintah pusat mandek. Pemerintah Kabupaten memperhatikan persoalan itu secara serius. Dana mandek karena terlambat turun. Dana itu semula akan digunakan untuk membeli gabah petani pada musim tanam pertama Oktober-April. Namun KUD baru menerima dana akhir Mei. Pemerintah Kabupaten mengajukan permohonan ke Subbulog Divre IV Wilayah Banyumas agar menambah kuota pengadaan gabah. Pemerintah mengajukan sekitar 600 ton. Kuota pengadaan gabah Divre IV 110.000 ton. Asisten Ekonomi dan Pembangunan Suyatno SSos MHum, Sabtu (5/6), menyatakan permintaan tambahan kuota itu untuk menolong KUD memutar kredit. Jika disetujui akan dibagi rata enam KUD. Setiap KUD memperoleh jatah 100 ton. ''Dana yang sudah diterima enam KUD bisa diputar untuk membeli gabah sisa musim tanam pertama atau saat musim tanam kedua (April-September). Jadi dana tidak mandek,'' ujar Suyatno. Kabupaten Banyumas menerima sekitar Rp 1,2 miliar kredit dana penguatan modal lembaga usaha ekonomi pedesaan. Dana diberikan ke KUD Patikraja Rp 300 juta, KUD Aris Rp 305 juta, KUD Ajibarang Rp 249 juta, KUD Sumbang Rp 104 juta, KUD Sumpiuh Rp 121 juta, dan KUD Tambak Rp 125 juta. Di Jawa Tengah ada 35 kabupaten/kota. Namun hanya 25 yang mendapat dana itu. Selain Banyumas, kabupaten di eks Karesidenan Banyumas yang memperoleh dana itu adalah Kabupaten Cilacap (Rp 2,5 miliar) dan Purbalingga (Rp 990 juta). Presiden Megawati Soekarnoputri menyerahkan dana itu secara simbolis ke para bupati di Cilacap, 15 Mei. Bila usulan itu tak disetujui, Suyatno menyatakan masih ada cara lain. Salah satunya KUD tetap membeli gabah petani, tetapi untuk konsumsi pasar. Memasuki panen musim tanam kedua biasanya gabah tersedot ke luar. Karena itulah dia optimistis dana tetap bisa diputar. Apalagi kredibilitas enam KUD itu tak diragukan lagi. ''Apalagi kredit tersebut 0% (tak ada bunganya). Kalau Divre IV tidak menyetujui dana itu bisa untuk membeli gabah cadangan musim kemarau. Yang penting tujuan utama pemberian kredit, yaitu mengamankan harga gabah petani, tercapai,'' katanya. Kepala Subbulog Divre IV Anton Samawi menyatakan tak keberatan atas permohonan itu. Cuma masalahnya, hasil panen musim tanam pertama sekarang habis. Kini yang berlangsung kontrak pengadaan gabah musim tanam pertama. Kebanyakan hasil panen musim tanam kedua yang diperkirakan Juli-Agustus, kata dia, untuk konsumsi pasar karena berkualitas bagus. ''Gabah yang masuk ke Bulog kan berkualitas standar. Apa mungkin mereka memasukkan kepada kami dengan harga sesuai dengan ketentuan pemerintah, padahal di pasaran harga jual tinggi. Pengadaan ini untuk mengamankan harga gabah di petani yang biasanya anjlok pada musim tanam pertama," katanya. (G22-86) |