| Senin, 07 Juni 2004 | BANYUMAS |
Sukses di Kalangan PNS dan PejabatPerangkat Desa Diminta Pakai Batik BanyumasanPURWOKERTO- Penggunaan batik banyumasan sebagai seragam kerja hari Sabtu diperluas. Setelah pemberlakuan di kalangan PNS dan DPRD sukses, kini Bupati mengimbau perangkat desa memakai batik itu. Bupati Banyumas Aris Setiono mengatakan, kebijakan itu untuk menyosialisasikan dan mempromosikan produk perajin batik di Banyumas. Dia berharap setelah produk itu memasyarakat ada nilai positif bagi perajin dan jadi kebanggaan seluruh warga masyarakat. ''Jika penggunaan batik meluas ke desa-desa lama-kelamaan seluruh warga Banyumas mengetahui kita punya produk asli yang bisa dibanggakan. Pengenalan ke sana harus dimulai dari kepala dan perangkat desa. Juga kalangan BPD jika berkenan. Di tingkat kabupaten sudah kami mulai bersama DPRD,'' ujar dia, kemarin. Langkah Bupati itu sejalan dengan permintaan DPRD. Wakil rakyat meminta Bupati melindungi perajin batik banyumasan. Permintaan itu muncul karena akhir-akhir ini beredar batik banyumasan buatan daerah lain di kalangan PNS dan masyarakat. Bupati meminta imbauan itu tak ditafsirkan sebagai kewajiban. Pemilihan motif dan model bebas. Dia mengimbau perangkat desa dan aparat kecamatan memakai batik karena di kalangan PNS sudah berjalan. ''Imbauan ini untuk membantu perajin memperluas pasar. Kalau di daerah sendiri digarap maksimal, saya yakin promosi ke luar tak terlalu sulit,'' kata dia. Penggunaan batik banyumasan sekarang tak terbatas di lingkungan aparat Pemerintah Kabupaten. Instansi pemerintah dan swasta pun sudah meniru, antara lain RSU Margono Soekardjo Purwokerto. Dewan Kesenian Daerah Banyumas (DKDB) juga mempromosikan batik banyumasan. Rabu-Kamis (2-3/6) lembaga itu mengadakan Lomba Putra-Putri Batik Banyumasan. (G22-86) |