logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 05 Juni 2004 OLAHRAGA
Line

Persiapan Persipur ke Divisi II Nasional (2-Habis)

Coret Pemain Tidak Berkembang

KERJA keras pemain, pelatih, ofisial, manajemen tim, dan pengurus Persipur selama Kompetisi Divisi II-A Jateng, ternyata tidak sia-sia. Buktinya, tim berjuluk Laskar Petir itu mampu menjadi juara.

Dari 20 pertandingan, anak-anak asuhan Benny Hartono itu hanya kalah tiga kali. Kekalahan itu, diderita ketika melawan PSIR Rembang (0-5), PSISra Sragen (1-2), dan Persibas Banyumas (0-2). Selebihnya, menang 13 kali dan seri 4 kali. Wajar, jika dengan poin 43 itu, posisinya tidak tergoyahkan di urutan teratas. Tiket ke putaran nasional pun didapat.

Tentu saja berlaga di kompetisi tingkat nasional tidak ringan. Meski selama ini permainan Ali Sun'an dan kawan-kawan sudah solid dan stabil, namun tetap saja perlu pembenahan di semua sektor. Sebab, lawan-lawan yang dihadapi bukan lagi kesebelasan tingkat lokal Jawa Tengah, melainkan tim-tim Divisi II terbaik dari seluruh daerah di Indonesia.

Tidak bisa tidak; persiapan yang matang sangat diperlukan untuk menunjang penampilan Laskar Petir agar dapat bersaing. Salah satunya adalah dengan menambah pemain berkualitas.

Tak heran, jika setelah keluar sebagai juara Jateng, pelatih Benny Hartono tak mau terus larut dalam kegembiraan. Mantan pelatih Persijap itu terus berpikir keras untuk membenahi timnya.

Saat pertandingan uji coba lawan Persis Solo di Stadion Krida Bhakti Purwodadi, dia tampak serius memperhatikan setiap gerak-gerik anak-anak asuhannya. Maklum, dengan adanya rencana penambahan pemain tersebut, dia terpaksa harus mencoret beberapa anak asuhannya yang kurang berkembang. Partai-partai uji coba yang dilakukannya, juga bertujuan untuk mencari pemain berkualitas.

''Kami masih melakukan seleksi pemain untuk materi mengikuti putaran nasional nanti,'' katanya.

''Yang akan tereliminasi -seperti halnya dalam AFI (Akademi Fantasi Indosiar-red)- itu banyak. Bahan penilaiannya adalah prestasi yang diraih,'' ungkap Benny, tanpa mau menyebut jumlah pemain yang akan dicoretnya.

Pilihan Strategi

Penambahan pemain tersebut, diperlukan untuk menutupi kelemahan yang ada pada pasukannya. Paling tidak, ada lima pemain tambahan untuk mengisi lini depan, gelandang bertahan, stoper, libero, dan bek sayap.

Khusus untuk bek sayap, dia ingin pemain yang bisa mengisi posisi sayap kanan maupun kiri. Dengan demikian, dia bisa punya banyak pilihan untuk menyusun taktik dan strategi.

''Meskipun dalam kompetisi lalu produktivitas lini depan tinggi, yaitu memasukkan 38 gol, namun kami tetap perlu menambah striker yang haus gol. Selain itu, kami juga butuh gelandang bertahan, stoper, libero, dan bek sayap,'' ujar mantan Pelatih PSIS Yunior itu.

Sukses Persipur juga menunjukkan strategi Beny Hartono dengan formasi the winning team-nya cukup andal. Strategi tersebut, tampaknya tetap akan dipergunakan untuk putaran nasional.

''Strateginya sama saja; the winning team itu menunjukkan suasana terbaik tim, kondusif, dan dirasa cukup enak. Yang sudah baik itu, tidak perlu diubah,'' katanya.

Bupati Grobogan, H Agus Supriyanto SE mengatakan, dirinya sangat peduli dengan kesebelasan itu. Pasalnya, Persipiur sudah menjadi bagian dari dan milik masyarakat Grobogan. Wajar, jika masyarakat menginginkan prestasi tim bisa lebih baik lagi.

Karena itu, dia tidak akan mempersoalkan bila manajer tim maupun pelatih berniat menambah pemain lagi. ''Dari manajernya, saya minta ada evaluasi. Jika memang memerlukan penambahan pemain, dipersilakan, dan dananya (yang dibutuhkan-Red) berapa,'' katanya.

Bupati berharap, kesebelasannya bisa promosi ke Divisi I. Dia melihat peluang tersebut cukup terbuka lebar. Hal itu, didasarkan pada kemenangan yang diraih selama Kompetisi Divisi II-A Jateng. (Aris Mulyawan/Budi Winarto-22a)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA