logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 05 Juni 2004 OLAHRAGA
Line

Herry: Masih Banyak Kelemahan

  • Kalahkan SSS 2-0

SEMARANG-Permainan PSIS sedikit meningkat. Pressing ketat dan permainan cepat sudah diperlihatkan anak-anak asuhan Herry Kiswanto dalam pertandingan uji coba melawan SSS, Jumat (4/6) sore kemarin, di Stadion Jatidiri Semarang. Wajar, jika Sasi Kirono dan kawan-kawan mampu menang 2-0 (1-0).

Dua gol tersebut, dicetak oleh Abdoulaye Djibril dan M Irfan. Meski menang, Herry mengaku belum puas. Masih banyak kelemahan dan kekurangan yang perlu diperbaiki, sebelum berlaga di putaran kedua melawan Persijatim Solo FC, 10 Juli mendatang.

''Menang atau kalah, memang bukan jadi target dalam pertandingan uji coba sore ini. Sebab, kami hanya ingin melihat hasil setelah latihan fisik di Bandungan lalu. Terlepas dari itu, dalam pertandingan kali ini terlihat masih banyak kelemahan yang harus diperbaiki,'' ungkap Herry seusai pertandingan.

Pada babak pertama, Herry menurunkan I Komang Putra, Fofee Camara, Idrus Gunawan, Riswandi, Sasi Kirono, Ricardo Bonavides, Abdoulaye Djibril, Darwin Perez, Heri Ismanto, Indriyanto Nugroho, dan Khusnul Yaqien. Permainan cepat dan efektif, diperlihatkan oleh Sasi Kirono dan kawan-kawan pada babak pertama itu.

Peluang pun banyak tercipta. Sayang, dari sekian banyak peluang tersebut, hanya satu yang bisa dijadikan gol melalui kaki Djibril. Kemelut di depan gawang SSS, dimanfaatkan oleh pemain asal Guinea itu untuk mencetak gol.

Solid

Meski levelnya di bawah PSIS, namun SSS yang diperkuat mantan pemain PSIS, Restu Kartiko, mampu merepotkan pemain-pemain tim Divisi Utama tersebut. Koordinasi dan organisasi permainan mereka relatif solid. Hal itu diakui oleh Herry Kiswanto. Tak heran, kalau serangan-serangan PSIS sering dikandaskan oleh para pemain belakang lawan, yang bermain lugas itu.

''Pada babak pertama, karakter permainan PSIS sudah kelihatan. Mereka mampu memainkan permainan yang cepat dan efektif,'' ujarnya.

Di babak kedua, Herry mengganti sebagian besar pemainnya. Bonggo Pribadi yang menjadi asisten pelatih kembali dimainkan menjadi libero; sedangkan Fofee Camara digeser dari libero menjadi stoper bersama Idrus Gunawan.

Di lini tengah, Khair Rifo diplot menjadi gelandang bertahan. Gelandang serang ditempati Ricardo dan M Irfan. Sasi Kirono yang di babak pertama menjadi gelandang bertahan, berubah dimainkan di sayap kiri. Sayap kanan ditempati Lilik Suheri; dan di lini depan, Indriyanto Nugroho diduetkan dengan Purwanto.

Tidak seperti pada babak pertama, permainan pasukan Mahesa Jenar di babak kedua itu sedikit lambat. Hal itu, disebabkan karena stamina pemain mulai menurun. Pemain-pemain yang baru dimasukkan di babak kedua itu kurang mampu mengangkat permainan tim.

Mereka hanya mampu menambah satu gol lagi melalui M Irfan. Padahal, peluang yang diperoleh untuk membobol gawang lawan cukup banyak. Selain finishing touch pemain PSIS kurang tajam, penampilan kiper SSS, Junaidi, sore itu juga cemerlang.

''Pemain terlalu terburu-buru untuk mencetak gol. Jadi, peluang yang cukup banyak itu belum bisa dimanfaatkan secara maksimal. Selain itu, para pemain juga terlihat masih lelah setelah latihan fisik di Bandungan,'' kata Herry. (H13-22a)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA