| Sabtu, 05 Juni 2004 | WACANA |
SURAT PEMBACA"Kebijakan" Nyeleneh di SD Tlogomojo RembangPemerintah makin memperhatikan dunia pendidikan. Berbagai kebijakan diupayakan untuk meningkatkan mutu pendidikan dan diharapkan generasi mendatang akan makin berbobot dan bermartabat. Apalagi dengan penekanan pada wawasan lingkungan, budi pekerti dan kehidupan berdemokrasi. Tetapi pada penekanan tersebut kenyataannya masih jauh pada SD Tlogomojo Rembang, Dalam menaikkan Iuran BP3, tidak ada musyawarah. Sekolah hanya memutuskan sepihak, sehingga wali murid tidak mengerti kenaikan itu untuk alokasi anggaran apa. Juga terobosan berani dengan menarik sumbangan Bulan Dana PMI sebesar Rp. 500 tanpa memberikan sobekan kitirnya. Padahal sekolah lain hanya Rp 200 sesuai nominalnya beserta sobekan kitirnya. Apakah Depdiknas, menerima setorannya sebesar itu. Soal bantuan/beasiswa khusus untuk murid sebesar Rp 60.000/siswa, juga dipotong Rp. 5.000/siswa penerima (52 siswa x Rp. 5.000 x 2 periode) padahal sekolahan lain tidak. Untuk apa dan masih banyak lagi ketimpangan lainnya. Ini terpaksa mencuat, karena dari pantauan selama kurun 5 tahun terakhir, pihak sekolah tidak mengondisikan para wali murid sebagai mitra, dengan mengajak bermusyawarah demi kemajuan sekolah. Atau setidaknya untuk mengetahui kendala sekolah dengan rnencari solusi bersama. Untuk itu mohon pihak Depdiknas mengambil kebijakan khusus demi suksesnya prograrn pendidikan nasional, khususnya pada SD Tlogomojo Rembang dengan berbekal wawasan lingkungan, budi pekerti dan kehidupan untuk berdemokrasi. Moh Tlogomojo, Rembang *** Bursa Kerja Semarang Beberapa waktu lalu saya mengantar adik ke pameran bursa kerja di lapangan tenis Grand Marina Semarang. Betul-betul luar biasa pengunjung yang hadir. Ribuan orang berdesak-desakan mencoba peruntungan melamar sejumlah lowongan yang disediakan 63 perusahaan. Melihat perjuangannya dalam mencari pekerjaan, sungguh saya hanya bisa mengelus dada. Ah, ternyata masalah pengangguran kini makin menakutkan. Makin tinggi pendidikan seseorang kayaknya makin susah memperoleh pekerjaan. Tanpa mengurangi hormat kepada PT Prosinergi Insan Prima selaku panitia, saya menyampaikan masukan. Pertama, ada beberapa lowongan yang ditawarkan ternyata sudah diiklankan di surat kabar. Kedua, kebanyakan lowongan yang ditawarkan bidang marketing, sementara lowongan di bidang teknik teramat jarang. Ketiga, kasihan sejumlah stan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) sepi pelamar sementara stan perusahaan perbankan, otomotif, media dan perusahaan makanan pelamarnya berjubel. Kepada adik saya sudah berpesan, lain kali jangan "gelap mata" kalau ada acara sejenis. Artinya jangan terlalu berharap akan digelar lowongan yang beragam dari para perusahaan bonafide. Dia memang kecewa, ternyata di bursa kerja juga dicampur dengan lowongan kerja ke luar negeri. Memang panitia mengklaim ada 8.000 lowongan, tapi komposisinya tidak seimbang, kebanyakan lowongan untuk bidang marketing. Tapi bagaimana pun terima kasih buat panitia yang sudah mau bersusah payah menyelenggarakan pameran bursa kerja. Selama dua hari dikunjungi lebih dari 14.000 pencari kerja dengan tiket masuk Rp 10.000/orang tentu pendapatan yang sungguh tidak kecil bagi panitia. Joko Suprayoga Jl Raya Sapen 99 Sukorejo, Kendal *** Terima Kasih untuk Eyang Putri Soegita Eyang, saya telah menerima kiriman uang sebanyak Rp 300.000 sebagai bantuan untuk sekolah. Uang ini saya gunakan untuk biaya sekolah. Saya ingin jadi anak yang pinter. Meski sekarang saya sekolah sambil menjual onde-onde, tetapi tetap semangat. Kiriman uang dari Eyang saya terima 31 Mei 2004. Terima kasih sekali, sungkem buat Eyang Putri Soegita di Sromejan Gk III/760 Yogya serta salam dari guru-guruku di SDN Mojo III Pasarkliwon Solo buat Eyang. Semoga Eyang selalu sehat, panjang usia, dan bahagia selalu. Tri Hermawan (Gendhon) Siswa SDN Mojo III Pasarkliwon, Solo 57117 *** Di Mana Alamat Jahe Dani Saya pria berumur 26 tahun dengan usaha jahe kurang lebih sudah 3 tahun. Tapi sampai saat ini saya tidak tahu di mana alamat produk industri Jahe Dani. Selama ini saya membeli jahe di toko dan itu hanya jahe instan saja. Padahal produk Jahe Dani ada 5 macam rasa (jahe instan, jahe kopi susu, jahe kopi, jahe ginseng dan susu telur madu jahe). Saya ingin mengembangkan usaha ini dan mohon pembaca/relasi/sales Jahe Dani memberitahu alamatnya. Hari Kristianto Jl Puspanjolo Tengah I/31 Cabehan, Semarang 50141 *** Buaya Putih Didasari dari meditasi 1 Juni 2004 malam di bendungan Sungai Banjirkanal Barat (Pleret) Semarang untuk mencari kebenaran soal "buaya siluman" maka kami Padepokan Papan Kencono memberikan klarifikasi "buaya siluman" tersebut sesungguhnya hanya buaya biasa yang keberadaannya direkayasa guna popularitas dan kepentingan sepihak. Harapan kami kepada Ki Cilik Kuthur Segara, dkk untuk segera mengakhiri kegiatannya yang berhubungan dengan publikasi tersebut sebab hanya akan menyesatkan dan meresahkan masyarakat. Perilaku berjalan beriringan dengan popularitas dan nama besar. Setidaknya itulah yang ingin kami sampaikan sebagai pengingat. Seseorang dapat saja terkenal karena perilaku buruk ataupun baiknya. Alwi Sasongko Padepokan Papan Kencono Kp Delikrejo Rt 14/ Rw 11 Tandang Semarang *** Terima Kasih buat Pegawai BI Saya sebagai salah satu yang mengoleksi mata uang kertas beberapa jenis seri dan nominal, mengucapkan terima kasih atas kebaikan hati Bapak Argo Hutomo, pegawai Bank Indonesia Semarang yang membantu melayani penukaran uang yang saya butuhkan. Saya dilayani beberapa kali dan setiap menukarkan uang antara Rp 10 hingga Rp 30 jutaan. Sungguh, setiap saya membutuhkan pecahan uang kertas terutama seri terbaru dari berbagai jenis selalu mendapat pelayanan yang baik. Bahkan kalau saya berusaha memberi uang tip selalu ditolak. Beliau mengatakan:"Tidak usah, saya kan sudah dapat gaji". Di zaman ini hanya sedikit orang yang menolak tawaran uang tip. Bahkan agaknya sudah membudaya, jika tanpa uang tip pelayanan akan menjadi lama dan berbelit-belit. Thomas Supriyono Loak I/7 Rt 2/Rw 6, Sendangguwo Semarang 50273 |