| Sabtu, 05 Juni 2004 | NASIONAL |
SOSOKReformasi Gagal
YOGYAKARTA- Reformasi yang menjadi keinginan rakyat Indonesia, ternyata mencapai puncak kegagalan bersamaan dengan jatuhnya Soeharto. Pengamat Indonesia Jeffrey A Winters mengungkapkan hal itu dalam diskusi ''Mencari Pemimpin di Antara Pemimpi'' di Purnabudaya Yogyakarta, kemarin. Kegiatan tersebut digelar dalam rangkaian ulang tahun ke-50 Penerbit Djambatan. Pembicara lain yang ikut menyumbangkan gagasan, Revrisond Baswir. Winters membantah reformasi dikatakan sukses. Menurut dia, belum ada perubahan berarti dalam kehidupan masyarakat Indonesia, kecuali sebagian pada persoalan politik. Misalnya, pemilu untuk memilih legislatif dan pemilihan langsung presiden. ''Reformasi sama sekali tidak sukses. Reformasi mencapai puncaknya dan gagal bersamaan jatuhnya Soeharto serta naiknya BJ Habibie,'' ujar Winters di hadapan peserta diskusi. Lebih memprihatinkan, jelas dia, hukum di Indonesia tidak mengalami perubahan berarti. Contohnya, proses hukum bagi para koruptor. Di negara lain, bahkan di China, seorang koruptor bisa dihukum mati. Namun di Indonesia malah tidak ada kejelasan. ''Di salah satu negara bagian di Amerika Serikat (AS), seorang koruptor yang mencuri uang negara ribuan dolar AS saja bisa dihukum puluhan tahun, bagaimana di Indonesia?'' tanya dia. (D19-69i) | ||||