| Sabtu, 05 Juni 2004 | NASIONAL |
Sebagian Korban Keracunan Gendar Sudah Pulang
BATANG- Kondisi tujuh murid Madrasah Ibtidaiyah (MI) Desa Soko, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang yang menderita keracunan setelah makan kerupuk gendar, kemarin sudah pulih kembali. Setelah menjalani perawatan di ruang rawat inap Puskesmas Bawang, sebagian korban diperbolehkan pulang. Ety Soleha (10), salah seorang korban yang ditemui di ruang rawat inap sebelum pulang menceritakan, Rabu lalu bersama teman-temannya membeli kerupuk gendar seharga Rp 100. Di Desa Soko ada dua penjual kerupuk gendar, yaitu Ny Sumini (60) yang jualan di SD Negeri Soko dan anaknya Ny Khayatun (35) di Madrasah MI. Kedua sekolahan itu terletak berdekatan. ''Saya dan teman-teman sudah biasa jajan kerupuk gendar. Tapi Rabu lalu setelah makan itu kepala pusing. Rasanya seperti berputar-putar, selanjutnya saya dibawa ke puskemas.'' Ibu korban, Ny Ani menuturkan sangat terkejut ketika melihat putrinya pulang sekolah selain pusing, juga sakit perut. Ternyata temannya juga banyak yang merasakan sakit seperti Ety. ''Begitu pulang sekolah Ety seperti mau muntah terus. Setelah itu kepala dan perut dipegangi, katanya sakit,'' ujar Ny Ani didampingi suaminya, Sumali. Merasa Heran Kejadian itu selanjutnya dilaporkan kepada guru MI, tempat Ety sekolah. Selanjutnya dengan menggunakan mobil, anak-anak Desa Soko yang keracunan itu dilarikan ke puskesmas. Menurut perawat, ada 15 anak yang mengalami keracunan. Setelah mendapatkan pemeriksaan dari dr Zul Hendro Gunawan, tujuh anak harus dirawat inap. Ny Sumini dan Ny Khayatun heran atas kejadian yang menimpa murid MI Soko itu. Sebab menurut mereka, selama bertahun-tahun berjualan kerupuk gendar belum pernah terjadi masalah. Gendar yang dibuat kerupuk tersebut sebenarnya dari beras yang ditanak seperti nasi. Hanya, untuk kerupuk dibikin lembek. ''Kami jual dengan harga Rp 100. Cara makannya, kerupuk gendar itu diolesi dengan saus,'' ujar Ny Sumini. (ar-17s) | ||||