logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 05 Juni 2004 NASIONAL
Line

Pernikahan ''Ratu'' Kebumen (2-Habis)

''Silaturahmi kok Dianggap Kampanye''


DIHADIRI MEGA: Kedua mempelai Dra Hj Rustriningsih dan Ir Soni Achmad Saleh Ashari bin Noorjatno yang akan melangsungkan akad nikah 13 Juni mendatang. Rencananya Presiden Megawati hadir dalam pernikahan ''ratu'' Kebumen itu.(55t)

BANYAK pihak, terutama kalangan partai politik di Kebumen, khawatir perhelatan ''Ratu'' Kebumen Dra Hj Rustriningsih dan Ir Soni Achmad Saleh Ashari bin Noorjatno bakal jadi ajang konsolidasi politik.

Ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Kebumen Drs Lulus Triparyadi dan Ambar Sugito misalnya, sudah mengajukan protes. Kedua anggota tim kampanye Wiranto-Salahuddin itu menyatakan, ''Waspadai, berapa lama Bu Mega di sini. Pasti ada acara konsolidasi.''

Maklumlah, pernikahan Bupati Kebumen dan pengusaha jasa konstruksi dan periklanan asal Jakarta berusia 41 tahun itu bakal dihadiri Presiden Megawati Soekarnoputri dan para petinggi negara dari PDI-P. Mega adalah salah satu calon presiden yang akan berlaga pada 5 Juli mendatang. Tak mengherankan bila beberapa tim sukses calon presiden lain di Kebumen curiga. Jangan-jangan, ujar mereka, perhelatan akbar itu dimanfaatkan untuk ajang kampanye.

Apalagi Rustriningsih juga mengundang Gubernur Jateng H Mardiyanto, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X, serta para bupati, wali kota, dan sekda se-Jateng dan DIY. Juga Rektor UGM, Unsoed, dan IAIN Walisongo Semarang.

Mengapa hanya tiga rektor itu yang disebut dan apa motifnya? UGM, karena Rustriningsih alumnus S2 MAP. Unsoed, karena dia lulusan S1 Fisipol. Adapun IAIN Walisongo, karena adik iparnya dosen perguruan tinggi itu.

Rustri di sela-sela mengatur dan mengecek distribusi undangan di pendapa rumah dinas, pagi kemarin, menyatakan heran atas kekhawatiran soal konsolidasi politik itu. ''Masak, silaturahmi kok dianggap kampanye?'' ujar dia.

Dia meminta ditunjukkan aturan yang melarang silaturahmi bersamaan dengan hajat pernikahan. Memang benar dia mengundang Presiden Megawati dan Taufik Kiemas beserta 11 menteri serta 35 bupati dan wali kota se-Jateng dan DIY.

Dia juga belum tahu setelah akad nikah di Masjid Agung Kauman akan ada acara lanjutan secara khusus atau tidak. ''Semua masih bisa berkembang, termasuk siapa yang bakal hadir,'' kata Ketua DPC PDI-P Kebumen itu.

Yatim Piatu

Apa saja hidangan dalam pesta untuk melayani ribuan tamu itu? Rustri mengakui, dua hal yang melelahkan dan menguras energi adalah persoalan undangan dan menyiapkan menu makanan.

Apalagi semua undangan dicetak calon suaminya di Jakarta. Padahal, setidak-tidaknya ada tiga jalur undangan, yakni kedinasan, partai, dan relasi. Semua harus ditulis dengan benar, baik nama, alamat, maupun gelar dan jabatan.

Dia pun menulis dan mendistribusikan undangan. Pendistribusian ke tokoh partai dibantu Sekretaris DPC PDI-P Probo Indartono SE. Untuk undangan lain dibantu staf. Dia juga mengecek untuk menekan kesalahan penulisan. (Komper Wardopo-86t)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA