| Sabtu, 05 Juni 2004 | MURIA |
Asah Ilmu di Pulau KarimunjawaPENAT menerima tamu, paranormal satu ini mengasingkan diri di sebuah pulau sehingga sulit dihubungi oleh orang-orang yang memerlukan. Menurut penuturan Bos Edi, panggilan paranormal tersebut, ada beberapa alasan mengapa dia mengasingkan diri di kawasan Karimunjawa. Pertama, dia ingin beristirahat dari kejaran tamu yang setiap hari seperti tak ada henti-hentinya. Kedua, ingin mencari pusaka. Dan ketiga, yang lebih penting lagi adalah mengasah ilmu. "Terlepas dari itu semua, saya ingin berkonsentrasi untuk memprediksi Kejuaraan Sepakbola Eropa yang sebentar lagi akan digelar," ungkap paranormal miliarder itu. Dia mengungkapkan, seperti pada Euro atau Piala Dunia yang lalu, beberapa media di internet berusaha menghubunginya untuk memprediksi Euro 2004, namun secara halus dia tolak. Alasannya, dia tak ingin repot seperti Piala Dunia 2002 lalu. Sebab, sejenak pun tak dapat istirahat. "Untuk Euro 2004, saya hanya akan memprediksi di Suara Merdeka karena memang sudah langganan," tutur duda yang senang mengoleksi pacar itu. Menyinggung tentang tamunya yang selalu berdatangan setiap hari, ujarnya, itu hal yang biasa. "Tamu-tamu saya itu bermacam-macam tapi kebanyakan orang susah, dalam arti sedang dibelit masalah," jelas Bos Edi. Namun, tak jarang ada juga yang minta nomor togel ataupun skor sepak bola. Untuk urusan togel dan skor sepak bola terang-terangan dia menolak melayani. "Saya bukan peramal togel," tandasnya. Baru sekitar dua tahun menduda, setelah bercerai dari paranormal Jeng Har, yang membuatnya nyaris jadi gelandangan, kini Bos Edi bangkit kembali dengan membangun rumah yang sekaligus dijadikan komoleks usaha di depan terminal kota Pati di Jalan Raya Pati-Gabus 1. Dalam rumah yang megah mirip kampus itu terdapat kantor, tempat dia praktek, juga dua studio radio miliknya, Harbos FM dan Boswin FM. Tak mudah bagi setiap orang untuk masuk ke kompleks mewah itu karena harus melewati pintu masuk yang dijaga beberapa anggota satpam. Pokoknya, untuk menemuinya lebih sulit daripada selebriti atau pejabat. "Ya, kalau nggak dibuat begitu saya sulit istirahat," ujarnya. (Djito Pati-85j) |