logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 05 Juni 2004 MURIA
Line

Pekan Raya Kudus Dilengkapi Tenda Dingin

DALAM benak Ismed Fachruddin (39), warga Desa Prambatan Kidul, Kecamatan Kaliwungu, memasuki sebuah tenda yang bagaimanapun wujudnya pasti akan terasa sumpek dan pasti membuat gerah. Namun, yang dirasakan lelaki yang sehari-hari bekerja di sebuah perusahaan elektronik terkemuka di Kudus itu, kali ini sedikit berbeda.

Bersama warga lainnya, ketika Bupati Kudus HM Tamzil meninjau beberapa stan dalam rangka pembukaan Pekan Raya Kudus beberapa hari lalu, Ismed dibuat terheran-heran.

Meski di luar cuaca gerah bukan kepalang, ternyata di dalam tenda yang merupakan arena pameran kondisinya justru sebaliknya.

"Wah, tendanya dingin banget," ujarnya sambil beranjak pergi mengikuti rombongan Bupati Kudus meninjau stan yang lain.

Memang penyelenggaraan pameran dengan menggunakan tenda lengkap dengan pendingin udara merupakan suatu hal baru di Kudus.

Pemrakarsa kegiatan tersebut, PT Citra Pamerindo dan Pemkab, berusaha memberi nuansa lain dalam upayanya mengangkat potensi lokal dalam bentuk suatu pameran terpadu.

Sebagai arena pameran, penyelenggara telah membangun beberapa buah dome (tenda) dengan beberapa karakteristik dan kegunaannya masing-masing.

Untuk stan yang menggelar barang-barang elektronik dan otomotif digunakan tenda berbentuk kerucut.

Namun, untuk barang-barang multiproduk seperti peralatan rumah tangga, sepatu, arloji, dan aksesori menggunakan tenda dengan atap melengkung. Adapun beberapa tenda konvensional yang dibangun dimanfaatkan untuk multi product and food berupa pakaian dan makanan.

Masyarakat Kudus pun seakan dimanjakan untuk mendapatkan beberapa barang kebutuhan sehari-hari pada gerai dan stan yang mengiming-imingi pembelinya dengan potongan harga tertentu.

Walaupun demikian, mereka harus rela merogoh kocek Rp 3.000 untuk membayar karcis masuk ke arena pameran.

Menurut penjelasan Direktur Penyelengara Pameran dari PT Citra Pamerindo H Miftahul Ulum, Kudus merupakan daerah ke-11 yang telah menyelenggarakan kegiatan serupa.

Sebelumnya, pihaknya telah mengadakan pameran di Semarang dan Solo. Mengingat kawasan parkir GOR Desa Wergu Wetan, Kecamatan Kota yang merupakan tempat pameran mempunyai areal yang terbatas, pesertanya juga tidak sebanyak di kota-kota lain.

"Peserta yang berpartisipasi dalam kegiatan ini 150 unit usaha. Penyelenggaraan sebelumnya 300 unit usaha," jelasnya. Pihaknya tidak sependapat bila turunnya jumlah peserta dalam pameran kali ini kehilangan gereget.

Hal itu dapat dilihat dari antuasiasme publik untuk mengunjungi Pekan Raya Kudus, sejak dibuka secara resmi oleh Bupati Kudus HM Tamzil, Sabtu (29/5).

Pekan raya tersebut lebih diartikan untuk mengangkat potensi masyarakat yang belum semua terkover.

Dengan pameran ini, masyarakat akan dapat mengetahui produk-produk apa saja yang dapat dihasilkan di Kudus, selain mereka akan mendapat hiburan gratis yang diselenggarakan pemrakarsa.

"Semoga dengan adanya pekan raya ini semua potensi lokal akan semakin dibina dan dikembangkan sehingga taraf kesejahteraannya akan semakin baik," harap Tamzil. (Anton Wahyu Hartono-85j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA