| Sabtu, 05 Juni 2004 | MURIA |
Semua Tim Kampanye Belum Buat JadwalREMBANG - Hingga kemarin belum ada satu pun pihak yang berkampanye tentang pemilihan calon presiden-calon wakil presiden (capres-cawapres) di wilayah Rembang. Sebagian masyarakat menilai, suasana menjelang pemilihan capres-cawapres ini tak seramai saat kampanye partai politik pada pemilu legislatif 5 April lalu. Dari pantauan Suara Merdeka di lapangan, belum dijumpai kegiatan kampanye capres-cawapres, baik yang berbentuk dialog, rapat tertutup, maupun rapat terbuka. Sekarang yang ada baru pemasangan alat peraga kampanye seperti spanduk, poster, dan gambar-gambar pasangan capres-cawapres. Itu pun jumlahnya tak banyak karena yang dijadikan sasaran pemasangan cuma tempat-tempat tertentu yang dianggap strategis. Beberapa tokoh masyarakat pada umumnya mengatakan lebih suka menghadapi situasi seperti sekarang daripada menghadapi situasi kampanye partai politik pada pemilu legislatif 5 April lalu. Alasannya cukup sederhana, dengan situasi tenang (tak ada kampanye), sama halnya mengurangi risiko benturan antarwarga. "Setiap kali ada kampanye pasti ada masalah. Entah bentrokan antarpendukung ataupun peristiwa yang mengarah pada tindak kriminal. Nah, sekarang sudah saatnya untuk mencari ketenangan," kata Helen Kartika (47) yang setiap harinya mengajar di salah satu SMP di Rembang. Sepinya gereget kampanye capres-cawapres ini diakui oleh Ketua Tim Pokja Kampanye KPU Rembang Muchlis Ridho SE. "Benar, sekarang belum ada kegiatan kampanye," katanya. Bertambah Ridho mengatakan, dalam klarifikasi dengan para tim kampanye yang ada di daerahnya, semua mengatakan, mereka terbentur masalah dana sehingga belum dapat mengajukan jadwal kampanye. Pada pemilu 5 Juli nanti, daftar pemilih tetap (DPT) di Kabupaten Rembang bertambah 4617 orang. Tambahan pemilih itu didapat dari 2.961 pemilih pemula yang sebelum tanggal 5 Juli 2004 berusia 17 tahun. Adapun tambahan lainnya sejumlah 1.656 orang didapat dari mereka yang belum terdaftar saat pemilihan legislatif atau menikah sebelum usia 17 tahun. ''Para purnawirawan dari TNI atau Polri yang sudah pensiun sebelum pemilu nanti juga ada yang mendaftar,'' kata Ketua KPUD Rembang Drs Ismail Husnan kepada wartawan, Jumat (4/6). Sebelumnya, pada pemilu legislatif yang lalu, pemilih tetap di Kabupaten Rembang hanya sejumlah 416.228 orang. Sedangkan DPT yang sudah masuk ke kantor KPU sebanyak 420.845 pemilih. Ismail mengungkapkan, dengan adanya tambahan jumlah suara tersebut, sementara ini ada dua kecamatan yang bertambah TPS-nya, yakni Kecamatan Sulang (1 TPS) dan Sale (3 TPS). Berarti, jumlah TPS yang ada di Rembang menjadi 1.590 tempat dari 1.586 TPS pada pemilu legislatif yang lalu. (jl,H4-85n ) |