| Sabtu, 05 Juni 2004 | MURIA |
Tak Rela Kades Diadukan ke Polisi, Warga Pantirejo Datang ke KabupatenPATI-Tak rela kepala desa (Kades) Pantirejo, Kecamatan Gabus, Pati, Sumantri diadukan ke polisi, Jumat (4/6) sekelompok warga pendukungnya beramai-ramai datang ke kabupaten. Dengan menumpang lima truk dan tiga bus mini, mereka yang sebagian warga perempuan itu meminta agar laporan soal kades menjual beras jatah orang miskin (raskin) dicabut. Selain kelompok warga, hal yang sama juga diajukan oleh para kades lainnya. Mereka yang disebut terakhir adalah kades yang tergabung dalam paguyuban para kepala desa se-Kabupaten Pati (Pasopati), dipimpin langsung ketuanya, Kardjono. Alasannya, kata salah seorang Kades Wonorejo, Kecamatan Tlogowungu, pengaduan kelompok reformis yang diketuai Hurianto tersebut dinilai mengada-ada. Sedangkan jatah semuanya 2,5 ton per bulan, sudah dibagikan kepada warga yang berhak menerima. Karena tambahan beras sebanyak itu tidak bisa merata kalau dibagi, maka dalam musyawarah diambil keputusan untuk dijual laku Rp 1.020.000, dan uangnya masuk ke kas desa. Akan tetapi oleh kelompok warga yang mengaku sebagai reformis, hal itu justru dipermasalahkan. Bahkan kelompok tersebut selain mengadu ke polisi juga sudah kali yang kedua datang ke kabupaten minta agar kades diberhentikan. Hal itu dibenarkan Jambari (57), Kepala Dukuh Karangasem, Desa Pantirejo, yang warganya juga ikut datang ke kabupaten. Untuk menyelesaikan tuntutan kelompok warga pendukung kades itu, maka pihak Pemkab melalui Asisten I Sekda, Drs H Koesmari dan Kabag Pemerintahan Suharsono SH, masing-masing wakil kedua belah pihak dipertemukan di OR II. Selain itu, ikut di hadir dalam forum itu pengurus Pasopati. Ketua Pasopati Karjono sikapnya juga tak jauh berbeda dengan kelompok warga pendukung kades. Pada garis besarnya, kelompok reformis diminta untuk membuat kesepakatan damai dan mencabut pengaduannya. (ad-85) |