logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 05 Juni 2004 MURIA
Line

Banyak Pelanggan PDAM Keluhkan Air Tak Lancar

REMBANG- Meski berbagai upaya Pemkab Rembang untuk mencukupi kebutuhan air bersih tak pernah berhenti, ternyata sampai kini belum bisa memenuhi harapan masyarakat daerah itu. Terbukti, masih banyak pelanggan perusahaan air minum daerah (PDAM) mengeluh gara-gara air yang disalurkan ke rumah mereka sering macet .

Beberapa pelanggan mengaku sudah beberapa tahun ini distribusi air ke rumah mereka yang disalurkan lewat pipa transmisi tidak lancar karena sering tidak keluar airnya. Kalaupun airnya keluar, tekanannya sangat rendah.

Kondisi paling parah terjadi di desa-desa dataran tinggi seperti Sumberjo, Leteh bagian selatan, Kabongan Kidul bagian selatan, dan Waru. Para pelanggan di keempat desa itu umumnya mengatakan, kekurangan air karena distribusi air dari PDAM tidak lancar.

Dia mengemukakan, untuk menyiasati masalah itu mereka terpaksa membuat bak penampungan air di rumah masing-masing. Tujuan pembuatan bak itu adalah untuk menampung air pada saat distribusi air lancar. "Pada saat aliran PDAM macet, kami bisa menggunakan air hasil penampungan ini," ujar Sumijan (54) dari Desa Leteh.

Menurut keterangan, ada satu masalah yang memperparah ketidaklancaran distribusi PDAM. Sebab, ada pelanggan yang memasang mesin pompa air pada pipa transmisi. Tindakan itu sangat merugikan pelanggan di sekitarnya.

Sebenarnya sudah banyak pelanggan yang lapor ke PDAM baik menyangkut tidak lancarnya distribusi maupun adanya pelanggan yang memasang mesin pompa. Namun kenyataannya, hingga kini masalah tersebut masih saja berlangsung.

Direktur PDAM Drs Leo Maryono ketika dihubungi mengungkapkan, selama ini PDAM hanya mengandalkan bahan baku dari sumber air Sumber Semen, Sale. Dia mengakui, sumber air itu tergolong paling besar jika dibandingkan dengan sumber air lainnya. Cuma sayangnya, karena keterbatasan sarana perpipaan sehingga pihaknya baru bisa memanfaatkan air dari sumber tersebut 60 liter/detik. Itu pun untuk mencukupi kebutuhan pelanggan di kota Lasem dan Rembang, masing-masing mendapat jatah 30 liter/detik. (jl-85j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA