| Sabtu, 05 Juni 2004 | MURIA |
UAS SD Diikuti 10.475 AnakREMBANG - Kepala Dinas Pendidikan Rembang Drs Sadono mengatakan, Senin (7/6) hingga Kamis (10/6) mendatang, secara serentak 10. 475 siswa SD dan MI di Rembang akan mengikuti Ujian Akhir Sekolah (UAS) di sekolah yang telah ditentukan. Para siswa yang akan mengerjakan soal-soal UAS itu terdiri atas SD Negeri (9.613 orang), SD swasta (83 orang), MI Negeri (78 orang), dan MI swasta (726 orang). "Hasil dari ujian itu akan digunakan untuk mendaftarkan ke sekolah yang lebih atas, yaitu SMP/MTs," kata dia kepada wartawan, Jum'at (4/6) di ruang kerjanya. Dia menjelaskan, pelaksanaan UAS ini dalam rangka mendukung pelaksanaan wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun. Untuk itu perlu dilakukan penyesuaian sistem penilaian di SD, SDLB, SLB tingkat dasar, dan Madrasah Ibtidaiyah (MI). Di samping itu, pelaksaan ujian itu juga untuk meningkatkan mutu pendidikan dan upaya pencapaian sumber daya yang berkualitas sesuai dengan standar kompetensi yang ditetapkan secara nasional. "Untuk itu, perlu dilakukan penilaian hasil belajar mereka secara sistematis dan berkelanjutan," tegas dia. Sebab, untuk memberdayakan sekolah sesuai dengan prinsip manajemen pendidikan berbasis sekolah, ungkap Sadono, perlu memberi kesempatan dan wewenang kepada sekolah dalam penyelenggaraan penilaian. Dinas Pendidikan Kabupaten Rembang sebagai unsur pelaksana di daerah secara teknis akan bertanggung jawab saat pelaksanaan UAS. Setiap ada laporan mengenai pelaksanaan kegiatan, pihaknya akan menindaklanjutinya. "Kami akan memantau terus saat pelaksanaan UAS agar berjalan dengan lancar," tandas dia. Lebih jauh dia menjelaskan, hasil UAS SD dari lima mata pelajaran (mapel) itu akan dijadikan dasar untuk seleksi penerimaan di SMP. "Tidak ada tes untuk masuk SMP, yang akan kami jadikan patokan adalah hasil UAS tersebut," papar dia. Selain itu, yang dijadikan penilaian dalam seleksi penerimaan SLTP adalah prestasi, olahraga, dan keterampilan. Ujian Susulan Sementara itu, siswa yang belum bisa mengikuti UAS sesuai degan jadwal yang ditentukan bisa mengikuti ujian susulan dengan catatan, siswa menunjukkan surat keterangan resmi dari dokter atau rumah sakit jika benar-benar alasannya sakit. "Mereka kita beri kesempatan untuk mengikuti ujian susulan asalkan benar-benar sakit," kata dia. Untuk itu, dia mengimbau siswa yang akan mengikuti UAS untuk lebih giat belajar. Masalahnya, hasil nilai ujian mereka tetap akan ada gunanya untuk seleksi pendaftaran ke sekolah lanjutan. Jika nilai yang diperoleh sedikit, kesempatan untuk masuk ke sekolah favorit akan sulit. (H4-85n) |