| Sabtu, 05 Juni 2004 | MURIA |
Eceng Gondok di Waduk DibersihkanPATI - Tumbuhan air jenis eceng gondok (Limnocharis flava) yang menutup hampir sepertiga permukaan genangan Waduk Seloromo di Desa/Kecamatan Gembong, Pati, kini mulai dibersihkan. Pembersihan oleh pihak Pengelola Sumber Daya Air (PSDA) tersebut dilakukan dengan mengerahkan lebih dari 10 orang pekerja. Meskipun belum bisa dibersihkan secara tuntas, kata salah seorang warga setempat, Ali M, paling tidak tumbuhan air yang semula menutup sisi barat daya genangan waduk tersebut kini mulai berkurang. Dengan demikian, para pencari ikan pun mulai leluasa membawa rakitnya ke lokasi itu. Hanya sisa-sisa rumpun tumbuhan itu yang tidak terambil oleh pekerja. Ada yang masih berada di bibir waduk. Selain itu, ada dua warga yang melarang tumbuhan tersebut dibersihkan sehingga tetap dibiarkan tumbuh untuk diambil pelepahnya yang laku dijual. Kedua warga itu beralasan, eceng gondok itu tumbuh di tanah bekas tambak ikan miliknya yang berada di tepi waduk. Karena genangan air waduk bertambah maka tambak ikan tersebut tenggelam dan pada bagian permukaan air ditumbuhi eceng. Oleh sebab itu, pihak PSDA tidak memerintahkan pekerja untuk membersihkan eceng di lokasi yang sudah diklaim oleh warga sebagai bekas tambak miliknya dengan cara diberi pembatas tali rafia yang diikatkan pada dua patok bambu. "Terlepas dari masalah tersebut, upaya membersihkan eceng gondok memang ada yang sependapat, tapi ada pula yang sebaliknya," ujarnya. Dibakar Pihak yang disebut terakhir, katanya lagi, adalah sejumlah warga yang saat ini bisa mendapatkan penghasilan dari mengambil dan menjual pelepah tumbuhan air itu. Adapun yang sependapat adalah kelompok warga yang mempunyai pekerjaan sambilan menangkap ikan di waduk. Dengan permukaan genangan tertutup eceng, mereka mengalami kesulitan menangkap ikan dengan jala. Di samping itu, rakit atau perahu yang digunakan pun tak bisa dibawa mencari ikan di lokasi yang banyak tumbuhan eceng gondok. Akan tetapi di sisi lain, bagi orang yang sependapat dengan tumbuhnya eceng di waduk, hal itu tentu bisa melindungi ikan-ikan kecil. Dengan demikian, jika ikan yang kebanyakan jenis tombro itu ditangkap kalau sudah besar, bagi warga yang mempunyai pekerjaan tersebut pendapatannya sedikit lumayan dibanding hasil tangkapan ikan-ikan kecil. Sebab, ikan jenis tersebut bila sudah besar beratnya per ekor ada yang mencapai lima kilogram sehingga harga jualnya tentu lumayan. Karena di sisi lain tumbuhnya eceng gondok di waduk juga mempercepat terjadinya pendangkalan, maka pembersihan tanaman tersebut oleh pihak yang berkompeten pun sah-sah saja. Karena dilakukan dengan cara manual maka eceng gondok yang tumbuh dipermukaan genangan itu ditarik ke tepi kemudian dinaikkan ke darat. "Setelah dibiarkan kering, eceng gondok itu dibakar." Seperti dikabarkan Suara Merdeka (26/5), tumbuhan air jenis eceng gondok (Limnocharis flava) itu kini menutup hampir sepertiga permukaan genangan Waduk Seloromo di Desa/Kecamatan Gembong, Pati. Pejabat PSDA Kudus belum berhasil ditemui. Namun beberapa karyawan di kantor itu membenarkan adanya pembersihan eceng gondok tersebut. (ad-85n) |