| Sabtu, 05 Juni 2004 | SEMARANG |
''Bagaimana Kalau Pacar Memaksa?''SEMARANG-Bagaimana pun yang namanya hubungan seks selalu menarik untuk dibicarakan. Apalagi jika didiskusikan oleh para mahasiswa dan mahasiswi dengan menghadirkan pembicara seorang dokter. Suasana jadi bertambah gayeng. ''Bagaimana, Dok kalau pacar memaksa berbuat intim, padahal kami takut jika hamil di luar nikah,'' pertanyaan itu tiba-tiba muncul dari seorang peserta dialog interaktif ''Menguak Tabir Keindahan Seks Bebas di Balik Tirai Kos'' yang diselenggarakan Korps Sukarelawan Remaja (KSR) PMI Unit IKIP PGRI di kampus Jl Lontar 1 Semarang, Rabu (2/6). Pertanyaan itu langsung disambut gelak tawa peserta. Hadir pula Rektor Drs Sulistiyo MPd serta PR III Drs Maryanto. Atas pertanyaan itu, dr Setiawan yang tampil bergaya ABG mengenakan kaus oblong yang dibungkus baju dengan kancing terbuka serta memakai topi itu menyarankan kepada penanya agar jika pasangan lain jenis yang sedang dimabuk asmara, harus saling bisa mengendalikan. Terutama saat-saat kritis ketika satu sama lain jenis tadi terlupa menikmati indahnya cinta. ''Ya, kalau kemudian jadi suami istri, kalau tidak apa jadinya nanti. Bukan malu aku malu pada semut merah......,tetapi ya bayangkan sendiri,'' ujar dokter dari ASA PKBI Jateng tersebut sambil mengutip syair lagu yang dinyanyikan Chrisye itu. Rektor pun ikut menimpali, pasangan remaja yang sedang pacaran harus bisa saling menjaga. Sebab wanita pun kalau sudah punya mau bisa tak terkendali. Karena itu alangkah indahnya jika mereka yang sedang dimabuk asmara bisa saling mengingatkan. Sebab pasangan lain jenis kalau sudah dekat, maka setan pun akan berusaha lebih merapatkan lagi. ''Jangan biarkan calon suami atau istri kalian nantinya diberi barang bekas. Maka seringlah berpuasa dalam rangka menjaga syahwat tadi,'' pesan Sulistiyo.(E1-73) |