logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 05 Juni 2004 BANYUMAS
Line

Penjarahan Bekas Bangunan Pasar Wage Harus Diusut

PURWOKERTO- Kalangan DPRD Banyumas meminta kepada Pemkab setempat untuk mengusut para pelaku penjarahan bekas bangunan Blok C Pasar Wage yang terbakar 2 Mei lalu. Selain itu, Pemkab juga harus memberi penjelasan kepada publik dan Dewan mengenai masalah tersebut.

Pernyataan itu kemarin diungkapkan anggota Komisi A Guno Purtopo. Menurutnya, penjarahan terjadi akibat kelalaian para petugas. Petugas baik Satpol PP dan keamanan pasar juga dinilai terlambat mengantasipasi. ''Meskipun barang rongsokan (bekas bangunan), tetap aset pemerintah. Buktinya, harga lelangnya jadi merosot jauh gara-gara barangnya banyak yang dijarah,'' ujarnya.

Seperti diberitakan (4/6), hasil lelang terbuka bekas bangunan Blok C di kantor Diperindagkop Rabu lalu yang diikuti lima peserta, jauh dari perkiraan awal. Lelang terbuka juga gagal karena harga yang ditawarkan panitia kurang direspons peserta. Tapi salah satu peserta setelah lelang terbuka akhirnya bersedia membeli dengan harga Rp 12.700.000. Itu pun sebelumnya kelima peserta sudah rembukan dulu, siapa pun yang membeli hasilnya akan dibagi rata.

Penawaran pertama dari panitia di atas Rp 20 juta. Menurunnya harga lelang, menurut peserta, akibat barang yang akan dijual ternyata banyak yang dijarah. Yang hilang ditaksir mencapai 4 ton atau 60%. Menurut sejumlah sumber, penjarahan paling banyak terjadi setelah garis pengaman polisi dilepas, dan dilakukan malam hari.

Undang Pihak Terkait

Menurut Guno, guna mendapatkan kejelasan, dirinya akan mengusulkan kepada komisi C dan A, serta pimpinan Dewan untuk mengundang pihak-pihak terkait, di antaranya Bakesbangtiblinmas, Dinas Cipta Karya, dan Pasar Wage. ''Secara pribadi saya juga mendukung langkah kepolisian untuk mengungkap siapa pelaku pembakar pasar itu,'' imbuhnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Haris Subiyakto juga mengungkapkan hal serupa. ''Kalau pelaku pembakaran bisa cepat terungkap, para pedagang dan masyarakat akan tambah lega. Ini sekaligus untuk menjawab spekulasi-spekulasi yang berkembang selama ini,'' ujarnya kepada wartawan.

Kepala Bakesbangtiblinmas Hedi Ora Manu mengatakan, sebenarnya pengamanan terhadap lokasi bekas kebakaran yang diterapkan sudah ketat. Pengawasannya diserahkan kepada petugas Satpol PP dan keamanan pasar.

''Cuma yang keluar masuk pasar itu banyak. Kami sulit memantau mana yang pedagang korban kebakaran dan masyarakat umum. Yang tahu ini adalah pihak pasar, tapi peristiwa ini menjadi pelajaran yang berarti bagi kami untuk pengamanan di masa yang akan datang,'' ujarnya.

Kepala Bagian Pengendalian Pembangunan Daerah Ir Didi Rutwianto SH MSi mengatakan, setelah mendapat hasil rekomendasi dari polisi tentang penyebab kebakaran, Pemkab juga berencana mengajukan klaim asuransi. ''Rekomendasi itu juga akan kami lampirkan untuk laporan ke Gubernur dan pemerintah pusat. Setelah lelang Rabu lalu, minggu depan kami lanjutkan pembersihan lokasi. Setelah itu langsung direnovasi,'' jelasnya. (G22-74)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA