logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 05 Juni 2004 BANYUMAS
Line

Sudah Enam Rekor Muri Tercipta di Purbalingga

PURBALINGGA- Masyarakat Purbalingga boleh berbangga lagi karena kiprahnya kembali mendapat penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (Muri), Jumat kemarin.

Bahkan, dalam satu hari itu Manajer Muri Paulus Pangka SH memberikan dua penghargaan sekaligus karena ada pemecahan rekor Indonesia di kabupaten itu.

Yaitu grup kesenian kentungan dengan jumlah anggota terbanyak dan Bupati dengan kiprah terbanyak yang memprakarsai penciptaan rekor. Penghargaan tersebut diserahkan Paulus kepada Menteri Kebudayaan dan Pariwisata I Gede Ardhika dan diteruskan kepada pelatih grup kentungan Rampak Kenthong Purbamas Drs Adi Parwoto serta Bupati Drs H Triyono Budi Sasongko MSi.

''Purbalingga adalah kabupaten yang banyak menciptakan rekor di Indonesia. Wajar jika Muri memberikan penghargaan kepada bupatinya sebagai pemrakarsa penciptaan rekor-rekor tersebut. Sekarang Purbalingga adalah rekor keenam. Sebelumnya sudah tercatat, antara lain sanggul terbesar, replika knalpot terbesar, dan penerbangan balon terbanyak,'' ungkap Paulus.

Muri, lanjutnya, telah melakukan pengujian dan penghitungan anggota grup kesenian Rampak Kenthong Purbamas tersebut. ''Jumlah anggota satu grup 215 orang belum pernah terjadi. Ini bukan hanya rekor di Indonesia, tapi juga di dunia. Sebab, di negara lain tidak ada kesenian seperti ini,'' jelasnya.

Unjuk Kebolehan

Seusai penerimaan penghargaan tersebut, kelompok kesenian itu kembali unjuk kebolehan di dekat objek wisata air Bojongsari, Desa/Kecamatan Bojongsari. Mereka membawakan lima lagu daerah, yaitu

"Linggamas", "Eling-eling Kenthongan", "Alun-alun Bunder", "Rembang Ngumandang", dan "Joged Mubeng". Menteri, Bupati, dan Paulus ikut berjoget bersama para pemain.

Menteri Kebudayaan dan Pariwisata datang ke Bojongsari untuk meletakkan batu pertama pembangunan objek wisata air. Di sela-sela kunjungannya itu, dia juga menyaksikan Gelar Budaya Purbalingga yang menampilkan kesenian kothekan lesung, dames, lengger, dan kuda lumping. Beberapa kali Menteri ikut memukulkan alu ke lesung.

Sebelumnya, dia meresmikan Monumen Perajin Knalpot di pertigaan Jalan AW Soemarmo dan Jalan Mayjen Panjaitan. Patung yang mempunyai ketinggian 6,3 meter itu digarap Azmir Azhari, salah seorang seniman patung di Pasar Seni Ancol Jakarta yang termasuk dalam 11 pematung terkenal di Asia. Patung yang dikerjakan lima bulan itu terbuat dari bahan dasar fiberglass, aerosil, talk, dan polystone.

Menurut penjelasan Bupati, patung tersebut sebagai simbol masyarakat Purbalingga yang mempunyai etos kerja keras dengan tanda palu di tangan kanan patung. Selain itu, untuk menunjukkan Purbalingga sebagai sentra industri knalpot, penghargaan kepada mereka yang telah berkarya, serta menggelorakan semangat membangun.(F10-42j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA