logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 05 Juni 2004 BANYUMAS
Line

Belasan Warga Karanggude Terserang Demam Berdarah

PURWOKERTO - Belasan warga Desa Karanggude Kecamatan Karanglewas Kabupaten Banyumas sejak pekan lalu terserang penyakit demam berdarah.Tercatat empat orang harus dirawat di RSU Banyumas, sedangkan lainnya dirawat di Puskesmas Karanglewas.

Hingga kemarin masih ada satu orang penderita yang dirasawat di RSU Banyumas, yakni Suyud (45) yang masuk rumah sakit pada 31 Mei. Penderita lain yang sebelumnya dirawat ke RSU Banyumas, Dosi (13), Desi (10), dan Sutirin (37). Mereka dinyatakan sudah pulih dan kini telah kembali ke rumah masing-masing.

Menurut Kepala Desa Karanggude Sutarko, demam berdarah itu mulai berjangkit di beberapa RT di desanya sejak pekan terakhir bulan Mei. ''Saya sendiri ikut kena bersama dua orang anak saya, Dosi dan Desi. Tetapi syukurlah meski sempat dirawat di rumah sakit, dua anak saya sudah pulih. Saya juga sudah dinyatakan sehat lagi,'' tuturnya.

Dia mengungkapkan , jumlah warga yang terserang DB jumlahnya ada sekitar 15 orang. Sebagian hanya dirawat di Puskesmas Karanglewas, tetapi sebagian lainnya terpaksa dilarikan ke RSU Banyumas.

Dengan adanya kasus demam berdarah itu, katanya, pihak desa telah meminta Dinas Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial (DKKS) Kabupaten Banyumas melakukan pengasapan .

Ketika ada dua hingga tiga orang terserang DB, pihak desa sudah melapor ke puskesmas setempat untuk bisa dilakukan pengasapan. ''Sebelum dilakukan pengasapan, warga proaktif melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Tetapi rupanya warga masyarakat kurang puas kalau belum ada pengasapan, sehingga pihak desa meminta DKKS segera melakukannya.

Pengasapan

Pihak DKKS beberapa waktu lalu datang ke lokasi untuk melakukan pengecekan. Akhirnya pada Rabu (2/6) DKKS melakukan pengasapan di sekitar lokasi rumah penderita DB. ''Ada 6 RT yang dilakukan pengasapan pada Rabu (2/6) kemarin. Setelah dilakukan pengasapan, warga masyarakat cukup tenang, tidak resah seperti sebelum pengasapan,'' jelasnya.

Secara terpisah, Kepala DKKS Kabupaten Banyumas dr Khoerul Mufied yang dikonfirmasi Suara Merdeka kemarin, membenarkan berjangkitnya demam berdarah di Desa Karanggude itu. ''Kejadian itu sifatnya sporadis dan kini sudah bisa diatasi dan sudah diisolasi. Penderita yang dibawa ke rumah sakit sudah kembali dan kini kondisinya sudah sehat kembali,'' paparnya.

Dia memperkirakan kasus yang terjadi di Karanggude itu berawal dari adanya penderita DB yang kemudian beberapa warga sekitarnya tertular karena ada nyamuk aedes aegypti yang menggigit orang lain dan kebetulan kondisinya sedang tidak fit.

Selain mengobati penderita, baik di puskesmas maupun RSU Banyumas, katanya, DKKS juga sudah melakukan pengasapan di beberapa RT sekitar rumah penderita. ''Pengasapan dilakukan untuk membunuh nyamuk Aedes aegypti dewasa. Adapun untuk jentik-jentiknya, warga diminta secara rutin melakukan PSN,'' ujarnya. (G23-34k)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA