logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 31 Mei 2004 SALA
Line

Warga Menunggu Hasil Lomba Desa

SEJAK pagi ratusan warga Desa Segorogunung, Kecamatan Ngargoyoso berdiri di pinggir jalan depan rumah untuk menyambut tim penilai lomba desa dari Provinsi Jateng, beberapa waktu lalu.

Mereka kemudian berbondong-bondong ke balai desa untuk mengetahui hasil penilaian tim tersebut tanpa ada yang memobilisasi.

Padahal siang itu hawa begitu dingin. Matahari tanpa menampakan diri. Sejak pagi kabut tebal bahkan menyelimuti wilayah kaki Gunung Lawu itu. Apalagi hujan turun saat penilaian berlangsung.

Ada harapan yang demikian besar di benak warga terhadap penilaian yang dilakukan tim provinsi.

Mereka begitu ingin mengetahui hasil kerja keras mereka selama setahun mempersiapkan lomba desa. Sebab, mereka telah menyisihkan 176 desa lainnya, sejak tingkat kecamatan, kabupaten, hingga diajukan ke tingkat provinsi. Selama setahun mereka berswadaya dan bekerja keras membangun desa.

Apa prestasi Desa Segorogunung sehingga bisa mewakili kabupaten pada lomba tingkat provinsi yang hanya di diikuti sepuluh desa dari sepuluh kabupaten itu?

Ternyata desa yang memiliki luas 17.372 ha dan penduduk 1.719 jiwa itu mempunyai swadaya cukup besar dalam pembangunan. Dalam laporannya Kades Siran mengatakan, dana swadaya masyarakat yang terkumpul dalam setahun ini Rp 3,07 miliar.

Kontribusi Tertinggi

Dengan dana swadaya itu, kata dia, desanya memberikan kontribusi paling tinggi dibanding desa lain pada pembangunan di kecamatan yang besarnya lebih dari Rp 46 miliar.

''Swadaya itu antara lain untuk pembangunan kantor balai desa yang menelan dana Rp 120 juta, pembangunan atau pengaspalan jalan sepanjang 11 km Rp 962,5 juta, pembangunan dan pengadaan air bersih dari mata air dengan pipa paralon Rp 454 juta,'' kata dia.

Kelebihan lain, warga mampu menjual hasil pertanian berupa sayur dan buah-buahan sebanyak lebih kurang 15 ton per hari. Karena itu dalam jangka waktu satu tahun warga bisa menjual 5.400 ton.

Jumlah itu diperkirakan bernilai Rp 3,780 miliar.

''Jenis sayur dan buah itu antara lain labu siam, kobis, buncis, sawi, kentang, loncang, bawang merah, tomat, cabai, pisang jeruk, dan alpukat. Buah dan sayuran itu dijual dalam keadaan masih segar setelah dipetik,'' paparnya.

Bupati Hj Rina Iriani SR SPd MHum mengakui, penyambutan oleh masyarakat tidak karena dimobilisasi atau didikte.

''Masyarakat Desa Segorogunug itu ya seperti itu. Jangan dikira sambutan mereka dipinggir-pinggir jalan dan kedatangan mereka di balai desa itu dipaksa,'' ujarnya.

Bupati mengharapkan apa yang diraih masyarakat desa itu bisa dijadikan contoh bagi desa-desa lainnya dalm membangun desanya.

''Yang penting bukan kemenangan dalam perlombaan, tapi kepedulian masyarakat untuk berswadaya dalam membangun desa,'' tandas dia seraya berharap Desa Segorogunung bisa melaju ke tingkat nasional. (Langgeng Widodo-49i)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Liputan Pemilu | Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA