logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 31 Mei 2004 RAGAM
Line

TASAWUF INTERAKTIF

Berdoa kepada Allah

T: Assalamu'alaikum Wr. Wb. Anak saya siswa SMP, dalam pelajaran Agama Islam diajar supaya berdoa setelah shalat fardlu, diantaranya:

1. Berdoa untuk dirinya sendiri yaitu menambah ilmu dan lain-lain.

2. Berdoa untuk orang lain yaitu supaya diampuni kesalahan orang tuanya dan sebagainya.

Yang saya tanyakan, apabila anak saya sudah dewasa (SMU) doa-doa apa saja yang harus dikerjakan terutama doa untuk kaum muslimin dan muslimat. Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Ny. Sumardjo Colomadu

: Betapa bahagia punya seorang ibu penuh perhatian kepada anaknya seperti Anda. Hal-hal yang menurut sebagian orang merupakan pekerjaan kecil sehingga sering diabaikan, seperti doa, ternyata tetap tidak luput dari perhatian Anda. Satu hal yang perlu kita perhatikan bersama bahwa agama Islam sangat menekankan adanya usaha yang sungguh-sungguh. Tidak mengenal putus asa untuk meraih sebuah prestasi dalam aspek kehidupan apa pun, sekolah, bekerja, karier dan sebagainya. Namun demikian, semua usaha itu harus disandarkan, dibarengi dan diperkuat dengan selalu memanjatkan doa kepada Allah SWT.

Doa dalam pandangan Islam merupakan salah satu ajaran pokok atau inti. Doa dalam Islam adalah bagaikan otaknya ibadah (al-du'a mukhkhu al-'ibadah). Sementara kita tahu seluruh aspek kehidupan ini pada hakekatnya adalah ibadah kepada Allah, pengabdian kepada-Nya.

Ketika kita bekerja untuk mendapatkan kekayaan sebanyak-banyaknya, meningkatkan kesejahteraan dan memperkuat perekonomian, maka kita sesungguhnya sedang beribadah kepada Allah. Itulah sebabnya kita dituntun untuk selalu berdoa dalam melakukan pekerjaan agar tidak terjerumus ke dalam praktik yang keliru dan merugikan pihak lain.

Dalam kaitan dengan doa, yang perlu dilakukan adalah harus meyakini seyakin-yakinnya bahwa doa kita itu akan dikabulkan oleh Allah. Sekalipun mungkin tidak seketika itu, kita harus tetap berprasangka baik kepada-Nya. Allah berfirman dalam Alquran ''Berdoalah kepada-Ku, Aku akan mengabulkannya'' (QS40:60). Disamping itu Nabi juga pernah bersabda ud'ullaha wa antum muqinuna bil ijabah (Berdoalah kamu kepada Allah. Hendaklah kamu yakin bahwa doamu akan dikabulkan oleh Allah).

Sesungguhnya kalau kita perhatikan, ada dua kategori doa. Kategori pertama, adalah doa yang diajarkan kalimatnya oleh agama. Doa inilah yang sering diajarkan oleh berbagai lembaga pendidikan kita. Kategori kedua adalah doa yang kalimatnya bisa kita susun sendiri, dengan bahasa sendiri. Selama ini ada pemahaman di masyarakat kita bahwa berdoa seharusnya seperti apa yang telah diajarkan kalimatanya oleh agama kita. Sebenarnya tidak demikian. Berdoa dengan ketegori yang mana pun adalah baik dan benar. Yang penting adalah tingkat kesungguhan, kedalaman dan keyakinan orang yang berdoa.

Berdoa sesungguhnya tidak harus dibatasi pada waktu-waktu tertentu saja, sekalipun memang ada waktu-waktu yang disunnahkan, setelah shalat fardlu, waktu tengah malam misalnya. Kapan pun kita diajarkan untuk selalu memanjatkan doa. Ketika kita mengawali sebuah pekerjaan sebaiknya diawali dengan doa. Itulah sebabnya dalam Islam diajarkan banyak sekali doa. Dari bangun tidur sampai mau berangkat tidur lagi, untuk dirinya sendiri juga untuk orang lain.

Berdoa kepada Allah juga tidak ada pembabakan: anak-anak, remaja, dewasa, tua dan lansia. Kalau menemukan guru-guru kita mengajarkan yang demikian ini, sesungguhnya hal tersebut hanyalah sebuah strategi untuk memudahkan semata. Ini adalah cara yang baik. Doa yang dilakukan pada waktu kecil, ketika masih anak-anak, seharusnya tetap dilakukan ketika sudah besar. Doa menambah ilmu, misalnya, tidak hanya dibaca ketika masih anak-anak, akan tetapi tetap harus dilakukan terus. Karena upaya untuk menambah ilmu tidak hanya berhenti ketika anak-anak.

Selama nyawa masih dikandung badan, maka kita harus berusaha untuk menambah ilmu (long life education). Doa mohon agar dosa kedua orang tua diampuni juga seharusnya selalu dilakukan. Sekalipun yang berdoa sudah menjadi orang tua dan orang tua yang didoakan sudah meninggal. Tetap doa ini sebaiknya dipanjatkan sebagai wujud kasih sayang, penghormatan dan pengabdian kepada orang tua.

Demikian pula doa untuk seluruh kaum muslimin sebagai wujud solidaritas dan persaudaraan, agar mereka diampuni, ditinggikan derajatnya, diberikan kehidupan yang damai dan sebagainya. Berkaitan dengan lafal-lafal doanya Anda bisa membaca di berbagai buku kumpulan doa. Wallahu a'lamu bi al-shawab. Demikian penjelasan yang bisa saya berikan. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Amin.(35)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Liputan Pemilu | Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA