| Senin, 31 Mei 2004 | RAGAM |
Damai dan Bebas Stres lewat Seni PernapasanSRI Ravi Shankar, pendiri seni pernafasan untuk kesehatan ''Art of Living'' dan teknik ''Sudarshan Kriya'', 13 Mei 2004 lalu merayakan ulang tahun Ke-48. Pada hari ulang tahunnya, Ravi Shankar melakukan tapa brata, tidak berbicara mulai malam hari dan diakhiri pada senja keesokan harinya. Setelah itu turut berdansa dan bernyanyi pada saat ''Satsang'', bahasa Hindi berarti pergaulan dalam kebenaran. (Sat=kebenaran, Sang=Pergaulan). Di Jakarta, perayaan ulang tahun Ravi Shankar dipusatkan di Ashram, Jl. Danau Indah Raya Blok A1 No.2, Sunter dengan ''Satsang'', berisi lagu-lagu pujian dari berbagai bahasa, baik Hindi, Inggris dan Indonesia. Alat musik yang digunakan sangat sederhana, berupa dari gendang, tabla, tamborin, symbals (terdiri dari 2 buah piringan metal kecil) chainka dan diiringi oleh beberapa penyanyi. Dalam perayaan ulang tahun tersebut, para peserta latihan pernafasan (Devotee) remaja turut ambil bagian menyanyi dan menghibur para tamu. Mereka juga menjual kue-kue vegetarian, cokelat dan pembatas buku buatan sendiri dari kertas daur ulang. Hasil penjualan tersebut disumbangkan untuk yatim piatu lewat Yayasan Peka di Sunter. Para peserta latihan pernafasan ''Art of Living'' secara serentak di 143 negara melakukan ritual acara peringatan ulang tahun Mahaguru tersebut. Mereka melakukan kegiatan latihan teknik pernafasan yang bertujuan menenangkan diri dan diakhiri dengan meditasi. ''Pada saat kita tenang atau dalam keadaan diam, energi akan bertambah. Hal ini dapat membuat orang lebih senang dan bahagia. Tatkala energi menyebar dan bertambah, dapat membawa keharmonisan bagi dunia. Kontribusi inilah yang dapat diberikan para Devotee untuk Mahaguru pada ulang tahunnya, sesuai dengan keinginannya untuk menciptakan masyarakat dunia yang damai dan bebas stres,'' kata Haseena Mukhi, PR & Media Volunteer Yayasan Seni Kehidupan di Jakarta. Melalui ''Sudarshan Kriya'', tehnik pernafasan khusus terbukti dapat membunuh seluruh toksin dalam tubuh manusia. Sehingga seluruh fikiran dan emosi negatif hilang, sebaliknya pikiran positif dan antusiasme kembali bangkit. Bahkan melalui beberapa studi independen yang telah dilakukan, teknik ''Sudarshan Kriya'' dapat meningkatkan kesehatan jantung, meringankan penderitaan kanker payudara, infeksi HIV dan penyakit psiko sosial lainnya. ''Art of Living'' atau seni kehidupan mempelajari ilmu dasar teknik pernafasan dikembangkan di Indonesia oleh Yayasan Seni Kehidupan Jakarta sejak tahun 1995.(Simon D-35) |