| Senin, 31 Mei 2004 | PANTURA |
''Investor Jangan Digedok Dulu''TOKOH masyarakat Brebes H Suwardi Wiryaatmadja SH meminta pembangunan kawasan industri terpadu (KIT) 2 harus ada tindaklanjut dan kemauan keras dari eksekutif dan legislatif. Jika perlu setelah rencana ini matang, segera dibuat peraturan daerah tentang KIT 2. Suwardi juga meminta pembangunan KIT 2, yang merupakan pengembangan KIT satu Cimohong, Kecamatan Bulakamba tidak perlu diregoni (diganggu) dulu. Baik oleh kalangan eksekutif maupun legislatif. Menurut dia, ada kebiasaan buruk yang sering dialami para investor ketika mau menanamkan modal di daerahnya. ''Mereka sering digedok alias diminta uang dulu, sehingga belum sempat tanam modal kabur lebih dulu. Kalau seperti ini yang rugi siapa ?,'' Suwardi yang punya pengalaman pergi ke mancanegara, melihat potensi Kabupaten Brebes paling subur di dunia. Tanam apa saja bisa tumbuh, beda di negara Amerika yang dia jumpai, ada negara yang tak subur, yang diisi batu kerikil dan padas. ''Kita punya gunung, lautan dan tanah pertanian yang subur. Karenanya, harus dapat kita manfaatkan secara optimal untuk kemakmuran seluruh masyarakat,'' paparnya. Dalam kesempatan seminar KIT, mantan Wakil Ketua DPRD Jateng itu mengatakan, potensi di sekitar KIT Randusanga, pada zaman dulu pernah diekplorasi pasir hitam untuk keperluan pabrik baja Cilegon. Terhadap potensi besar itu, dia minta Kepala Bappeda untuk meneliti kembali kekayaan alam yang tersimpan di kawasan tersebut. Secara terpisah Drs H Akhmad Muhadi MA, warga Brebes yang kini menjadi dosen Univesritas Islam Indonesia meminta agar pemkab Brebes mempersiapkan KIT 2 Randusanga secara matang. Sebab, berdasarkan pengalaman banyak daerah di Indonesia yang gagal membangun kawasan Industri. Hal ini terjadi karena antara input dan output yang tak seimbang. ''Saya setuju saja adanya KIT 2, namun yang perlu dipikirkan tindaklanjut dari pembangunan. Supaya berhasil pemkab dan investor harus menyiapkan sarana dan prasarana yang matang,'' pintanya. (wh-20) |