logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 31 Mei 2004 OLAHRAGA
Line

Nurburging Jadi Saksi Dominasi Schumi

NURBURGING - "Lupakan Monaco tatap Nurburging" ternyata menjadi prinsip yang dipegang betul oleh pembalap Ferrari Michael Schumacher.

Nurburging pun menjadi saksi dominasi juara dunia enam kali itu. Schumi memang sempat mengalami 'tragedi' di Monaco. Pasalnya untuk pertama kali sejak GP Brasil April tahun lalu, ia gagal finish. Sialnya kegagalan itu bukan disebabkan karena kerusakan mesin Ferrari, melainkan karena terlibat tabrakan dengan pembalap Williams Juan Pablo Montoya.

Tak heran Schumi mencanangkan misi balas dendam menjelang balapan di GP Eropa. Pembalap asal Jerman itu pun benar-benar memenuhi janjinya dan memuaskan pendukung yang memadati sirkuit yang digelar di tanah airnya itu.

Sejak start dari pole position ke-60 dalam karirnya, posisi pembalap nomor wahid itu tak tergoyahkan di posisi pertama. Takuma Sato, Jarno Trulli, dan Kimi Raikkonen hanya bisa 'mengusik' Schumi di tikungan pertama. Itupun tak sampai melampaui.

Hebatnya lagi Schumi berhasil menggeber F2004-nya hingga selang waktu dengan peringkat dua Kimi Raikkonen-yang menyodok dari posisi empat di lap pertama-mencapai lebih dari 9 detik.

Selanjutnya menjadi cerita lama seperti halnya balapan di lima balapan sebelum Monaco. Schumi menggeber mobilnya secepat kilat dan melesat meninggalkan siapapun lawan yang ada dibelakangnya.

Seperti biasa pula Rubens Barrichello dengan setia menemani Schumi. Namun keharmonisan dua sejoli ini sempat terusik dengan kehadiran Sato. Pembalap Jepang yang mencatatkan namanya dalam buku rekor sejarah negaranya itu mampu menempel Schumi di posisi kedua sejak lap 12.

Ya, lap ke-12 karena satu lap sebelumnya peringkat dua 'The Ice Man' Raikkonen kembali meleleh setelah mesin MP4-19 yang dikemudikannya lagi-lagi terbakar di tengah lomba. Luar biasa! Untuk kelima kalinya di musim ini Raikkonen kembali gagal menyelesaikan balapan.

Berduka

Lazimnya podium pertama ke-76 Schumi itu dirayakan dengan istimewa. Nyatanya tak ada pesta champagne di podium. Ferrari, dan bangsa Italia pada umumnya, memang tengah berduka karena bos Fiat- perusahaan yang juga menjadi penyokong dana Ferrari, Umberto Agnelli wafat pekan ini.

Hasil kurang memuaskan juga dicapai oleh tim Williams. Ralf Schumacher harus keluar di lap pertama karena terlibat insiden dengan....rekannya Montoya! Entah komentar pedas apa yang akan dilontarkan Ralf kali ini. Pasalnya jika melihat rekaman ulang di televisi Montoya memang terlihat tak bisa mengendalikan mobilnya, ketika sebuah mobil Ferrari sedikit mengerem di tikungan pertama, dan menggusur Ralf keluar dari trek. Jika Ralf buntung, maka Montoya sedikit lebih beruntung. Pembalap asal Kolombia itu berhasil finish kedelapan.

Hasil Lomba

1. Michael Schumacher

(Jerman, Ferrari, 1:32:35.101)

2. Rubens Barrichello (Brasil, Ferrari, +17.9)

3. Jenson Button (Inggris, BAR-Honda, 22.5)

4. Jarno Trulli (Italia, Renault, 53.6)

5. Fernando Alonso (Spanyol, Renault, 60.9)

6. Giancarlo Fisichella

(Italia, Sauber Petronas, 73.4)

7. Mark Webber (Australia, Jaguar, 76.2)

8. Juan Pablo Montoya (Kolombia, Williams-

BMW, 1 lap). (ant,dtc-57)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Liputan Pemilu | Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA